Pakistan Klaim AS dan Iran Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata

Bendera Amerika Serikat dan Iran. (Anadolu Agency)

Pakistan Klaim AS dan Iran Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata

Willy Haryono • 12 August 2026 17:56

Islamabad: Amerika Serikat dan Iran sepakat memperpanjang pengaturan gencatan senjata yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 17 Agustus 2026, menurut keterangan mediator Pakistan.

Namun, kedua pihak masih membahas berapa lama perpanjangan tersebut akan berlaku.

Sumber pemerintah Pakistan mengatakan kepada media Anadolu Agency pada Rabu, 12 Agustus 2026, bahwa Washington dan Teheran telah menyampaikan persetujuan kepada para mediator untuk memperpanjang batas waktu tersebut.

"Kedua pihak telah menyampaikan persetujuan mereka kepada para mediator untuk memperpanjang batas waktu," kata seorang sumber yang dekat dengan proses mediasi.

Menurut sumber tersebut, Amerika Serikat dan Iran masih bertukar pesan mengenai durasi perpanjangan gencatan senjata.

Baik Washington maupun Teheran belum memberikan konfirmasi publik mengenai kesepakatan tersebut.

Pengaturan tersebut mengacu pada memorandum Islamabad yang ditandatangani pada 17 Juni. Kesepakatan itu memberikan waktu 60 hari kepada Amerika Serikat dan Iran untuk merundingkan kesepakatan final, sekaligus membuka kemungkinan perpanjangan berdasarkan persetujuan kedua pihak.

Namun, perundingan kemudian menemui jalan buntu, terutama terkait jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Andrabi mengatakan Islamabad terus berupaya mendorong kedua pihak kembali ke meja perundingan.

"Upaya habis-habisan" dilakukan Pakistan untuk mengembalikan kedua pihak ke jalur negosiasi, kata Andrabi. Islamabad, lanjut dia, akan terus menggunakan saluran langsung maupun tidak langsung untuk mendukung dialog antara Washington dan Teheran.

Upaya Mediasi Konflik Iran-AS

Laporan mengenai kemungkinan perpanjangan gencatan senjata itu muncul setelah Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Raza Naqvi melakukan kunjungan ke Teheran. Dalam kunjungan tersebut, Naqvi bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Di tengah upaya diplomatik tersebut, Iran juga membantah laporan mengenai kemungkinan operasi darat Amerika Serikat ke wilayahnya.

Komandan Polisi Perbatasan Iran Brigadir Jenderal Ali Akbar Javidan menyebut laporan tersebut sebagai sesuatu yang "delusional" dalam pernyataannya kepada kantor berita Tasnim.

Javidan mengatakan pasukan perbatasan Iran telah ditempatkan sepenuhnya dan siap menghadapi setiap kemungkinan serangan.

Perpanjangan gencatan senjata, jika dikonfirmasi, akan memberikan tambahan waktu bagi Washington dan Teheran untuk melanjutkan upaya diplomatik di tengah kebuntuan perundingan mengenai sejumlah isu keamanan dan navigasi di kawasan.

Baca juga:  Pakistan: AS-Iran Makin Dekat Kesepakatan Terkait Selat Hormuz

(Willy Haryono)