Logo O!Save di Gerai O!Save. Foto: dok O!Save.
O!Save Masuk Indonesia, Kementerian UMKM Pastikan Ritel Lokal Kuat Hadapi Persaingan
Nattasya Amani Vrazeti • 11 August 2026 20:15
Jakarta: Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merespons masuknya jaringan ritel asal Filipina, O!Save, ke pasar Indonesia. Pemerintah masih memantau perkembangan operasional jaringan ritel tersebut dan potensi dampaknya terhadap industri ritel dalam negeri.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan industri ritel modern di Indonesia saat ini memiliki ketahanan yang cukup kuat. Meski demikian, pemerintah akan melihat perkembangan O!Save setelah beroperasi di Indonesia.
"Nanti kita lihat ya, dampaknya. Kalau dari sisi ritel kita kan bagus lah, kuat lah ritel kita," ujar Bagus di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta Pusat, pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia menuturkan terkait potensi gangguan persaingan usaha atau dampak terhadap ritel lokal, lembaga pengawas terkait seperti Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga dapat melakukan pemantauan.
Menurut dia, KPPU dapat turut melihat perkembangan persaingan apabila terdapat dampak terhadap industri ritel domestik. "Kan ada KPPU juga kan, nanti kita lihat," lanjut dia.
Dalam kesempatan yang sama, Kemendag juga memilih untuk mempelajari lebih lanjut terkait hal tersebut. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengaku belum menerima laporan rinci mengenai operasional O!Save.
"Saya belum mengetahui detailnya ya mengenai itu, nanti saya cek dulu, and then I'll come back to you," ujar Roro.

(Gerai O!Save. Foto: dok O!Save)
Berdasarkan informasi pada laman LinkedIn O!Save, jaringan ritel tersebut merupakan perusahaan asal Filipina yang berdiri sejak 2021 dan mengusung konsep neighborhood grocery store.
O!Save menyatakan memiliki misi membantu meningkatkan daya beli masyarakat melalui penyediaan barang kebutuhan esensial dengan harga terjangkau.
Sementara berdasarkan laman resmi O!Save Indonesia, jaringan ritel tersebut mengusung konsep hard discount dan telah hadir di Indonesia sejak 2023.
O!Save menawarkan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari kebutuhan pokok, produk rumah tangga, hingga produk perawatan diri. Produk-produk tersebut ditawarkan dengan konsep harga yang lebih rendah dibandingkan minimarket pada umumnya.
Kehadiran jaringan ritel baru tersebut membuat pemerintah perlu mencermati perkembangan industri ritel domestik, terutama dari sisi persaingan usaha dan dampaknya terhadap pelaku ritel lokal.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan industri ritel modern di Indonesia saat ini memiliki ketahanan yang cukup kuat. Meski demikian, pemerintah akan melihat perkembangan O!Save setelah beroperasi di Indonesia.
"Nanti kita lihat ya, dampaknya. Kalau dari sisi ritel kita kan bagus lah, kuat lah ritel kita," ujar Bagus di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta Pusat, pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia menuturkan terkait potensi gangguan persaingan usaha atau dampak terhadap ritel lokal, lembaga pengawas terkait seperti Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga dapat melakukan pemantauan.
Menurut dia, KPPU dapat turut melihat perkembangan persaingan apabila terdapat dampak terhadap industri ritel domestik. "Kan ada KPPU juga kan, nanti kita lihat," lanjut dia.
Dalam kesempatan yang sama, Kemendag juga memilih untuk mempelajari lebih lanjut terkait hal tersebut. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengaku belum menerima laporan rinci mengenai operasional O!Save.
"Saya belum mengetahui detailnya ya mengenai itu, nanti saya cek dulu, and then I'll come back to you," ujar Roro.

(Gerai O!Save. Foto: dok O!Save)
O!Save warnai peta persaingan ritel di Indonesia
Berdasarkan informasi pada laman LinkedIn O!Save, jaringan ritel tersebut merupakan perusahaan asal Filipina yang berdiri sejak 2021 dan mengusung konsep neighborhood grocery store.
O!Save menyatakan memiliki misi membantu meningkatkan daya beli masyarakat melalui penyediaan barang kebutuhan esensial dengan harga terjangkau.
Sementara berdasarkan laman resmi O!Save Indonesia, jaringan ritel tersebut mengusung konsep hard discount dan telah hadir di Indonesia sejak 2023.
O!Save menawarkan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari kebutuhan pokok, produk rumah tangga, hingga produk perawatan diri. Produk-produk tersebut ditawarkan dengan konsep harga yang lebih rendah dibandingkan minimarket pada umumnya.
Kehadiran jaringan ritel baru tersebut membuat pemerintah perlu mencermati perkembangan industri ritel domestik, terutama dari sisi persaingan usaha dan dampaknya terhadap pelaku ritel lokal.