Tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel. Foto: Anadolu
Jumlah Tahanan Perempuan Palestina di Penjara Israel Naik Jadi 66 Orang
Muhammad Reyhansyah • 14 February 2026 08:02
Ramallah: Jumlah perempuan Palestina yang ditahan di penjara Israel meningkat menjadi 66 orang, termasuk tiga anak.
Dalam pernyataannya, Kantor Media Tahanan Palestina yang berafiliasi dengan Hamas menyebut otoritas Israel dalam beberapa hari terakhir menahan 10 perempuan tambahan, termasuk seorang anak di bawah umur.
Disebutkan bahwa tuduhan yang paling sering digunakan untuk menahan perempuan adalah hasutan melalui media sosial. Pernyataan itu juga menyebut pasukan Israel terus menargetkan perempuan dengan cara yang digambarkan sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya.”
Menurut keterangan tersebut, jumlah penahanan perempuan meningkat sejak Israel melancarkan serangan ke Jalur Gaza pada 8 Oktober 2023.
Dikutip dari Anadolu, Jumat, 13 Februari 2026, sebagian besar tahanan perempuan saat ini ditempatkan di Penjara Damon di wilayah utara Israel, sementara lainnya berada di pusat-pusat interogasi.
Pernyataan itu menyebut para tahanan perempuan menghadapi “kondisi penahanan yang tragis” serta pelanggaran hak yang sistematis, termasuk kekurangan makanan, perlakuan kasar, berbagai bentuk penyerangan, penolakan kunjungan keluarga, pemisahan dari anak dan kerabat, serta dugaan penyiksaan dan perlakuan buruk yang berkelanjutan.
Organisasi tersebut juga mengecam praktik “penggeledahan tanpa busana” terhadap tahanan perempuan. Disebutkan bahwa praktik itu merupakan salah satu metode utama kekerasan seksual, dan para tahanan juga disebut tidak mendapatkan hak atas perawatan medis.
Berdasarkan data yang dibagikan lembaga-lembaga terkait urusan tahanan per 5 Februari, lebih dari 9.300 warga Palestina, termasuk 350 anak-anak, saat ini ditahan di penjara Israel.