Dukung Pemulihan Desa Adat Sade, Jasaraharja Putera Salurkan 25 Alat Tenun

Pemantauan Desa Adat Sade pascakebakaran. (Istimewa)

Dukung Pemulihan Desa Adat Sade, Jasaraharja Putera Salurkan 25 Alat Tenun

Lukman Diah Sari • 29 August 2026 08:40

Lombok: Pemulihan masyarakat pascabencana tidak hanya membutuhkan dukungan fisik dan ekonomi, tetapi juga upaya menjaga keberlanjutan aktivitas sosial dan warisan budaya. PT Jasaraharja Putera menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) bagi masyarakat Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan 25 unit alat tenun gedokan kepada masyarakat setempat. Bantuan ini diberikan secara langsung oleh Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, dan diterima oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, Kamis, 27 Agustus 2026.

Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, menyampaikan bahwa dukungan ini adalah wujud nyata komitmen perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menghadapi risiko, tetapi juga dalam proses pemulihan.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Jasaraharja Putera memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Bantuan alat tenun ini bukan sekadar dukungan terhadap sarana aktivitas masyarakat, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga tradisi menenun agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Inilah bagian dari komitmen kami untuk terus Melayani Sepenuh Hati serta tumbuh bersama masyarakat,” ungkap Abdul Haris di Lombok.


Rumah Desa Sade, dok: Instagram @diiyah_falisha

Prosesi penyerahan bantuan turut disaksikan langsung oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, serta Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Herfan Brilianto Mursabdo.

Pemberian alat tenun gedokan ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan aktivitas masyarakat Desa Adat Sade sekaligus menjaga tradisi menenun yang telah menjadi identitas serta warisan budaya lokal. Selain itu, bantuan ini merupakan bagian dari percepatan proses pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat pascamusibah kebakaran yang sempat melanda kawasan wisata tersebut.


Penyerahan bantuan alat tenun. 

Diketahui, tradisi menenun di Desa Adat Sade memiliki nilai budaya yang amat kental dan telah menjadi napas kehidupan masyarakat. Keberlangsungan kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat sustainability (keberlanjutan) ekonomi warga sekaligus merawat identitas budaya lokal yang selama ini menjadi daya tarik utama Desa Adat Sade sebagai destinasi pariwisata unggulan.

Ke depan, PT Jasaraharja Putera menyatakan akan terus mendorong berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan dengan mengedepankan semangat kolaborasi. Melalui semangat 'Melayani Sepenuh Hati', Jasaraharja Putera berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan nilai tambah dalam mendukung terciptanya ekosistem pariwisata Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan.

(Lukman Diah Sari)