Ilustrasi. Foto: dok MI.
PTPP Raih Kontrak Jalan Hauling Batu Bara Rp970 Miliar
Husen Miftahudin • 1 September 2026 11:47
Jakarta: PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mendapatkan kontrak pembangunan Jalan Hauling Batu Bara Stage III di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, senilai Rp970 miliar. Perjanjian kontrak proyek tersebut telah ditandatangani pada 5 Agustus 2026.
Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan perolehan kontrak tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat portofolio infrastruktur sekaligus mendukung konektivitas dan kelancaran logistik di Sumatra Selatan.
"PTPP berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III," ungkap Joko dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 September 2026.
Pembangunan dilaksanakan melalui kerja sama operasi (KSO), dengan PTPP bertindak sebagai pemimpin proyek dan memiliki porsi kepemilikan sebesar 65 persen. Proyek menggunakan skema design and build dengan masa pelaksanaan konstruksi selama 540 hari kalender.
Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan jalan hauling sepanjang 52 kilometer beserta sejumlah struktur pendukung, seperti overpass, box culvert, dan box underpass. Jalan tersebut akan menjadi jalur transportasi darat untuk mendukung pengangkutan batu bara dari konsesi tambang menuju titik bongkar (point of discharge) atau pelabuhan.
Pembangunan infrastruktur ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan keamanan transportasi batu bara sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok energi nasional, khususnya di Sumatra Selatan.

(Penandatanganan kontrak proyek pembangunan Jalan Hauling Batu Bara Stage III di Kabupaten Musi Banyuasin. Foto: dok PTPP)
Terapkan teknologi konstruksi
Dalam pelaksanaan proyek, PTPP akan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas dan pengendalian pekerjaan konstruksi.
Sejumlah teknologi yang direncanakan antara lain pemetaan lahan menggunakan drone dan Light Detection and Ranging (LiDAR), digitalisasi inspeksi quality, health, safety, and environment (QHSE), serta pemantauan logistik berbasis barcode.
PTPP juga akan menerapkan Real-Time Working Progress, All-in-One Project Dashboard, Building Information Modeling (BIM), Augmented Reality (AR), dan Virtual Reality (VR).
"Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki serta didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam proses konstruksi, kami optimistis proyek ini dapat dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja," tegas Joko.
Dengan kontrak senilai Rp970 miliar tersebut, PTPP semakin memperkuat portofolio di sektor infrastruktur. Perseroan menargetkan proyek dapat diselesaikan dengan mengutamakan kualitas, ketepatan waktu, keselamatan dan kesehatan kerja, serta penerapan inovasi dan teknologi pada setiap tahapan pekerjaan.