Burkina Faso akan menghentikan impor kendaraan lapis baja dan mendorong produksi dalam negeri. (afrinz.ru)
Burkina Faso Setop Impor Kendaraan Lapis Baja, Dorong Produksi Dalam Negeri
Willy Haryono • 16 September 2026 11:51
Ouagadougou: Presiden Burkina Faso Ibrahim Traore menyebut negaranya akan menghentikan pembelian kendaraan lapis baja dari luar negeri dan mulai memproduksinya di dalam negeri.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Burkina Faso meningkatkan kemandirian militernya.
Mengutip Viory pada Selasa, 15 September 2026, rekaman video memperlihatkan sejumlah kendaraan lapis baja “Nanga” yang diproduksi di dalam negeri berjajar untuk dipamerkan.
Lokasi pengambilan gambar dalam rekaman tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
“Saya tidak lagi memesan kendaraan lapis baja dari luar negeri. Itu sudah berakhir. Kami memproduksinya sendiri. Kendaraan yang sudah kami pesan dan tiba akan tetap kami gunakan. Yang masih dalam perjalanan juga akan kami terima. Namun, setelah itu selesai. Kami tidak akan memesan lagi,” tegas Traore.
“Kita tidak boleh takut gagal. Kita bisa melakukannya. Jika tidak berhasil, kita akan memperbaikinya. Kami akan terus berusaha. Namun, kami akan berhasil,” imbuhnya.
Ibrahim Traore merupakan perwira militer yang mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada September 2022 dan kemudian dilantik sebagai presiden transisi Burkina Faso pada Oktober 2022.
Di bawah kepemimpinannya, pemerintah Burkina Faso mendorong kemandirian militer di tengah konflik dengan kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda dan Islamic State (ISIS).
Burkina Faso telah bertahun-tahun menghadapi kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda dan Islamic State.Traore mendorong peningkatan pengembangan produksi alat pertahanan di dalam negeri.
Burkina Faso juga telah mengakhiri kerja sama militernya dengan Prancis, yang pernah menjadi kekuatan kolonial di negara tersebut. Burkina Faso kemudian bergabung dengan negara tetangga Mali dan Niger dalam Alliance of Sahel States untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Burkina Faso Klaim Tewaskan 400 Milisi Bersenjata Usai Serangan Markas Militer