Menjemput Rezeki di Tengah Riuh Stasiun Palmerah

Pedagang di kawasan Stasiun Palmerah, Jakarta Barat. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin.

Menjemput Rezeki di Tengah Riuh Stasiun Palmerah

Metro TV • 17 September 2026 16:17

Jakarta: Kereta api mengantar rejeki. Di tengah derap langkah terburu-buru dan riuh pengumuman kedatangan kereta di Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, terselip denyut kehidupan para pencari rezeki yang menggantungkan asa dari padatnya mobilitas kaum komuter. Mereka memanfaatkan mobilitas masyarakat yang keluar masuk stasiun untuk menawarkan berbagai dagangan.

“Kalau pagi biasanya ramai karena banyak orang berangkat kerja. Sore juga ramai lagi saat orang pulang,” kata seorang pedagang, Yuda, di lokasi, Kamis, 17 September 2026.
 


Sejak fajar menyingsing hingga senja menyapa, Yuda bersama belasan pedagang lainnya setia berdiri menawarkan aneka makanan dan minuman ringan. Jam sibuk berangkat dan pulang kerja adalah waktu keemasan, saat lalu lintas manusia mencapai puncaknya dan dahaga atau rasa lapar melanda para pekerja.

Kondisi tersebut menjadikan dinamika berjualan mereka sangat bergantung pada ritme perjalanan kereta. Satu bungkus roti atau seteguk air mineral yang dibeli penumpang menjadi penyambung hidup yang amat berharga bagi keluarga mereka di rumah.


Kawasan Stasiun Palmerah, Jakarta Barat. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin.

“Lumayan kalau lagi ramai. Biasanya orang beli buat dibawa di jalan atau sambil menunggu,” lanjut Yuda.

Aktivitas para pedagang kecil ini telah menyatu menjadi latar visual tak terpisahkan dari lanskap Stasiun Palmerah. Di balik riuh dan hiruk pikuk Ibu Kota, gerak roda ekonomi skala mikro ini terus berputar perlahan, membuktikan bahwa di mana ada mobilitas masyarakat, di situ pula harapan untuk mengais rezeki selalu terbuka.

(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)

(Fachri Audhia Hafiez)