Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (Putih). Foto: Antara.
Mensos: Verifikasi 11 juta PBI JKN Sudah 98 Persen
Anggi Tondi Martaon • 31 March 2026 17:59
Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengumumkan proses verifikasi dan validasi data terhadap 11 juta kepesertaan BPJS Kesehatan segmentasi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) sudah mencapai 98 persen per hari ini. Pendataan ulang dilakukan bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan ketepatan sasaran bantuan.
"Sesuai informasi yang pernah kami sampaikan, 11 juta (peserta) ini sedang dilakukan proses validasi dan verifikasi di lapangan bersama BPS. Per hari ini progresnya sudah mencapai 98 persen," ujar Gus Ipul dikutip dari Antara, Selasa, 31 Maret 2026.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU itu mengungkapkan, 11 juta kepesertaan yang dinonaktifkan pada Januari 2025, Kementerian Sosial (Kemensos) telah melakukan reaktivasi otomatis terhadap 106.000 lebih penerima manfaat yang menderita penyakit katastrofik.
Berdasarkan data terbaru yang diperoleh Kemensos ada sebanyak 246.280 penerima manfaat telah mendapatkan reaktivasi melalui Surat Keputusan (SK) pada Maret.
Menurut dia, secara keseluruhan dari 11 juta tersebut yang sudah melakukan reaktivasi maupun yang otomatis direaktivasi mencapai 5,6 persen atau setara dengan 625.221 penerima manfaat.
"Perlu diingat bahwa status aktif kepesertaan berlaku tiga bulan setelah SK terbit," ucap Mensos.
Mensos menegaskan percepatan verifikasi data ini merupakan prioritas pemerintah untuk menjamin perlindungan kesehatan bagi masyarakat miskin. Untuk itu Kemensos memastikan warga yang memenuhi kriteria akan segera dipulihkan hak jaminan kesehatannya setelah proses sinkronisasi data dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) selesai dilakukan.
.jpeg)
Ilustrasi BPJS Kesehatan. Foto: Dok. MI.
Sebelumnya dalam rapat konsultasi bersama pimpinan DPR RI, Kemensos menjelaskan menemukan masih ada ketidaktepatan sasaran penerima PBI JKN berdasarkan pemutakhiran DTSEN yang dimulai sejak 2025. Berdasarkan data tersebut, penduduk pada kelompok Desil 1- 5 yang seharusnya menerima PBI JKN masih banyak yang belum terakomodasi, sementara sebagian penduduk pada Desil 6 - 10 justru masih tercatat sebagai penerima.
Jumlah penduduk Desil 1 - 5 yang belum menerima PBI JKN tercatat mencapai lebih dari 54 juta jiwa, sedangkan penduduk pada Desil 6 - 10 dan kelompok non-desil yang masih tercatat sebagai penerima mencapai lebih dari 15 juta jiwa.