Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyed Mojtaba Khamenei. Foto: Anadolu
Kepala Intelijen IRGC Tewas dalam Serangan, Khamenei Tegaskan Iran Tak Melemah
Fajar Nugraha • 7 April 2026 11:18
Teheran: Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa pembunuhan terhadap Kepala Inteljen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Majid Khademi tidak akan mampu menghentikan kekuatan angkatan bersenjata Iran.
Pernyataan ini disampaikan, menyusul tewasnya Kepala Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Khamenei menyampaikan duka cita mendalam kepada jajaran komandan militer atas syahidnya Mayor Jenderal Majid Khademi. Jenderal bintang dua tersebut tewas dalam serangan udara yang dilakukan oleh aliansi Amerika Serikat (AS) dan Israel di ibu kota Teheran.
Dalam pesan resminya, Pemimpin Iran menuduh aliansi AS-Israel menggunakan taktik terorisme setelah mengalami kegagalan dalam berbagai plot dan perang terhadap bangsa Iran: Khamenei menyebut musuh Amerika-Zionis kembali menggunakan cara-cara lama dengan membunuh tokoh kunci di komunitas intelijen dan keamanan negara.
Jenderal Khademi diakui telah mendedikasikan waktu puluhan tahun dalam bidang keamanan, intelijen, dan pertahanan Iran sebelum tewas dalam serangan tersebut.
“Barisan angkatan bersenjata Iran sangat kuat dan berakar dalam, sehingga aksi kriminal tidak akan mampu menggoyahkan idealisme para pejuang,” ujar Khamenei, seperti dikutip dari Press TV, Selasa 7 April 2026.
Agresi militer AS-Israel terhadap Iran diketahui telah berlangsung sejak 28 Februari 2026, yang diawali dengan rangkaian serangan udara terhadap pejabat senior dan komandan tinggi Iran.
Sebagai respons, angkatan bersenjata Iran meluncurkan operasi rudal dan drone setiap hari. Serangan balasan tersebut menargetkan lokasi-lokasi di wilayah pendudukan Israel serta pangkalan militer dan aset Amerika Serikat yang tersebar di seluruh kawasan Timur Tengah.
(Kelvin Yurcel)