Aktivis Israel menggelar aksi di Yerusalem Barat menuntut pembebasan dokter Palestina Hussam Abu Safiya. (TRT World)
Aktivis Israel Tuntut Pembebasan Dokter Palestina Hussam Abu Safiya
Willy Haryono • 21 July 2026 14:35
Yerusalem Barat: Sejumlah aktivis Israel menggelar aksi unjuk rasa di luar kompleks diplomatik Amerika Serikat di Yerusalem Barat pada Senin, 20 Juli 2026.
Mereka menuntut pembebasan dokter Palestina Hussam Abu Safiya, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, serta mendesak Washington menghentikan pasokan senjata ke Israel.
Aksi yang diselenggarakan kelompok antipedudukan Free Jerusalem itu juga menyerukan diakhirinya perang di Gaza serta penghentian dugaan penyiksaan terhadap tahanan Palestina.
Para demonstran membawa spanduk yang menuntut pembebasan Abu Safiya, memukul drum, dan meneriakkan slogan-slogan dukungan bagi dokter tersebut.
"Pesan kami adalah hentikan penyiksaan, hentikan genosida, dan hentikan perang terhadap rakyat Palestina sekarang juga," kata salah seorang peserta aksi, Louis Frankenthal.
Menurut laporan TRT World, pasukan Israel menangkap Abu Safiya pada 27 Desember 2024 saat menggerebek Rumah Sakit Kamal Adwan. Sebelum penangkapan, militer Israel memerintahkan pasien dan tenaga medis mengosongkan rumah sakit sebelum fasilitas itu dihancurkan.
Setelah ditahan, otoritas Israel menempatkan Abu Safiya di bawah Undang-Undang Kombatan Tidak Sah. Pengacaranya, Nasser Odeh, kemudian mengajukan banding ke Mahkamah Agung Israel untuk menentang perpanjangan masa penahanan tersebut.
Odeh mengatakan kliennya ditemui dalam kondisi tangan dan kaki dibelenggu di bawah penjagaan ketat. Menurutnya, Abu Safiya mengalami kekurangan makanan dan air, minim perawatan medis, serta menderita nyeri punggung dan leher akibat dipukuli saat dipindahkan ke Penjara Negev.
Berdasarkan data yang dikutip dalam laporan, sekitar 9.500 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, saat ini ditahan di penjara Israel. Kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel menuduh para tahanan menghadapi kelaparan, penyiksaan, serta pengabaian layanan kesehatan yang disebut telah menyebabkan puluhan tahanan meninggal dunia. (Keysa Qanita)
Baca juga: Ditahan Israel, Direktur RS Gaza Diduga Alami Kekerasan Fisik yang Mengancam Jiwa