Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)
Presiden Undang Akademisi Bahas Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut
Achmad Zulfikar Fazli • 24 September 2026 14:50
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah akademisi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 September 2026. Pertemuan ini membahas penanganan lahan gambut untuk mencegah kebakaran lahan berulang setiap tahunnya.
"Iya, siang ini Pak Presiden akan berdiskusi dengan banyak akademisi, membahas penanganan lahan gambut yang tahun ke tahun selalu terbakar," tutur Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 24 September 2026.
Seskab menjelaskan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka pada 16 September 2026.
Melalui diskusi tersebut, Presiden Prabowo ingin mendengarkan pandangan dan masukan dari kalangan akademisi mengenai pengelolaan serta penanganan lahan gambut. Pembahasan diharapkan dapat memberikan perspektif berbasis kajian dalam menghadapi persoalan kebakaran lahan gambut yang berulang dari tahun ke tahun.
Pelibatan para pakar dan akademisi menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kebijakan berbasis pengetahuan dalam menangani persoalan lahan gambut. Masukan dari berbagai bidang keilmuan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan yang menyeluruh.
_%20Dok_%20Kementerian%20Kehutanan(6).jpg)
Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dok. Kementerian Kehutanan
Presiden Prabowo menekankan pentingnya penanganan persoalan gambut secara menyeluruh dengan melibatkan pakar, akademisi, serta lembaga penelitian.
"Saya ingin langsung bertatap muka dengan para pakar gambut yang ada di Indonesia, dan juga yang dari luar negeri," ujar Presiden Prabowo pada rapat terbatas yang digelar secara hybrid di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.
Presiden Prabowo juga meminta agar pembahasan melibatkan berbagai unsur, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta fakultas-fakultas di perguruan tinggi.
Menurut Presiden, berbagai perspektif keilmuan diperlukan untuk membahas persoalan gambut dan merumuskan langkah penanganan secara komprehensif.
"Tapi mungkin kita juga ada dari BRIN, dari fakultas-fakultas, saya minta kita bahas benar-benar masalah gambut ini, dan kita mulai ambil langkah-langkah yang benar-benar menyeluruh untuk kita selesaikan," tutur Presiden.