Erupsi Gunung Ili Lewotolok di Lembata, NTT, Jumat (11/9). foto: Magma Indonesia.
Gunung Ili Lewotolok Erupsi Empat Kali Hari Ini
Palce Amalo • 11 September 2026 14:02
Flores: Aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami peningkatan. Gunung api tersebut tercatat mengalami empat kali erupsi dalam rentang waktu sekitar delapan jam pada Jumat, 11 September 2026.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.57 Wita. Saat itu, tinggi kolom abu tidak teramati. Aktivitas tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama sekitar 1 menit 10 detik.
Erupsi berikutnya terjadi pada pukul 02.08 Wita. Kolom abu teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak gunung. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu, berintensitas tebal, dan condong ke arah Barat. Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 3 detik.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Syawaludin, melaporkan dentuman kuat menyertai aktivitas erupsi tersebut. Pada sejumlah kejadian, dentuman bahkan menimbulkan getaran yang terasa pada bangunan di sekitar gunung.
Sekitar 13 menit kemudian, tepatnya pukul 02.21 Wita, erupsi kembali terjadi. Kolom abu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abu pada erupsi ketiga berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat. Aktivitas tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama sekitar 1 menit 34 detik.
Erupsi keempat tercatat pada pukul 09.06 Wita. Kolom abu teramati mencapai sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 2.123 mdpl.
Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Syawaludin, kolom abu pada erupsi terakhir berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat. Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung sekitar 1 menit 25 detik. Aktivitas itu disertai suara gemuruh sedang.

Rumah warga dan tanaman pertanian warga terpapar abu vulkanik Gunung Ili Lewotolok di wilayah Kecamatan Ile Ape. (Dokumentasi/ Kepala BPBD Lembata)
Aktivitas Kegempaan Masih Tinggi
Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok lainnya, Yeremias Kristianto Pugel, menyebut aktivitas kegempaan gunung api tersebut juga masih cukup tinggi.
Pada Kamis, 10 September 2026, tercatat 322 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 22-40 milimeter dan durasi 35-101 detik.
Selain itu, pos pengamatan mencatat 84 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4,4-33,2 milimeter dan durasi 20–65 detik. Terdapat pula lima kali gempa harmonik dengan amplitudo 4,4-40 milimeter dan durasi 116-200 detik, serta 12 kali tremor nonharmonik dengan amplitudo 11-33,2 milimeter dan durasi 98-191 detik.
Aktivitas kegempaan lainnya terdiri atas enam kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 11-40 milimeter dan durasi 7-24 detik. Pos pengamatan juga mencatat dua kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 6,6-11 milimeter, nilai S-P 2–2,7 detik, dan durasi 13–20 detik.
Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Ili Lewotolok, termasuk pengunjung, pendaki, dan wisatawan, diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Khusus sektor selatan dan tenggara, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor Timur Laut gunung.