9 Desa di Kaki Gunung Ili Lewotolok Terdampak Abu Vulkanik

Aktivitas Gunung Ili Lewotolok, di Lembata, NTT, Selasa, 26 Agustus 2025. (Magma Indonesia)

9 Desa di Kaki Gunung Ili Lewotolok Terdampak Abu Vulkanik

Palce Amalo • 10 September 2026 20:37

Lembata: Abu vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerpa sembilan desa di Kecamatan Ile Ape Timur yang berada di kaki gunung.

Camat Ile Ape Timur Kristoforus Boro Making mengatakan, paparan abu vulkanik kini menjadi salah satu ancaman yang dihadapi masyarakat. Dampaknya mulai dirasakan pada pertanian, peternakan, permukiman hingga akses air bersih.

"Yang sekarang dihadapi masyarakat adalah ancaman debu vulkanik," kata Kristoforus saat dihubungi Media Indonesia, Kamis, 10 September 2026. 


Menurut dia, banyak tanaman warga rusak akibat paparan abu vulkanik. Kondisi ini menyulitkan warga karena bertepatan dengan musim kemarau, yang turut berdampak pada ketersediaan pakan ternak dan air bersih.

"Masyarakat yang berladang di areal radius tiga kilometer dari puncak gunung terdampak karena area terlarang. Dengan kondisi abu vulkanik, tanaman masyarakat banyak yang mengalami kerusakan. Tentunya pakan ternak juga mengalami kesulitan," ujarnya.

Abu vulkanik juga berdampak pada rumah penduduk. Di sejumlah wilayah yang terpapar, tumpukan abu menyebabkan sebagian atap rumah warga mengalami kerusakan.

"Untuk akses air minum bersih, sekarang puncak musim kemarau, ditambah dengan paparan abu vulkanik, maka aksesibilitas masyarakat kepada air bersih mengalami keterbatasan," jelasnya


Rumah warga dan tanaman pertanian warga terpapar abu vulkanik Gunung Ili Lewotolok di wilayah Kecamatan Ile Ape. (Dokumentasi/ Kepala BPBD Lembata)


Kondisi serupa juga terjadi di desa-desa di wilayah Kecamatan Ile Ape. Selain paparan abu, aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok masih berlangsung. Pada 9 September, gunung tersebut mengalami 388 kali erupsi.

Sementara pada Kamis hingga siang hari tercatat empat kali erupsi dengan tinggi kolom abu antara 400-600 meter di atas permukaan kawah. Erupsi terjadi pukul 14.08 WITA.

"Tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Nanda Pramtriwans Joshua Game.

Di sisi lain, aliran lava telah memasuki areal Kampung Adat Lewohala di Desa Todanara dan Jontona. Namun, aliran lava masih mengikuti alurnya.

Masyarakat diminta tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung serta radius 3 kilometer sektor selatan dan tenggara.

Warga juga diminta mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ili Lewotolok.

(Silvana Febiari)