Ketegangan dengan AS Meningkat, Iran Gelar Latihan Masif di Pesisir Selatan

Prajurit Iran mengikuti latihan militer di area pesisir. (Anadolu Agency)

Ketegangan dengan AS Meningkat, Iran Gelar Latihan Masif di Pesisir Selatan

Muhammad Reyhansyah • 25 February 2026 15:11

Teheran: Pasukan darat Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menggelar latihan militer berskala masif di sepanjang pesisir selatan negara itu pada Selasa, 24 Februari 2026, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS).

Sejumlah unit dari pasukan darat IRGC ikut serta dalam latihan gabungan bertajuk 1404, demikian dilaporkan Fars News Agency. Latihan tersebut disebut bertujuan meningkatkan “kesiapan tempur” menghadapi berbagai ancaman.

Laporan itu menyebut latihan menampilkan penggunaan teknologi tempur modern serta penerapan taktik baru yang dirancang untuk menghadapi ancaman yang ada.

Mengutip Anadolu Agency, Rabu, 25 Februari 2026, kegiatan ini berlangsung sekitar sepekan setelah angkatan laut IRGC juga mengadakan latihan besar di Selat Hormuz di bawah pengawasan langsung komandan tertinggi mereka, Mayor Jenderal Mohammad Pakpour.

Ketegangan meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir setelah Amerika Serikat mengerahkan kapal induk dan pesawat pengebom ke kawasan Teluk Persia. 

Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa Washington dapat memilih opsi militer bila perundingan nuklir yang sedang berlangsung gagal menghasilkan kesepakatan.

Putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung yang dimediasi Oman dijadwalkan berlangsung Kamis di Jenewa,Swiss, di mana Iran diperkirakan akan menyampaikan rancangan rencana terkait program nuklirnya kepada pihak Amerika.

Simulasi Tempur Skala Besar

Fars melaporkan bahwa dalam latihan militer di wilayah selatan Iran tersebut, dikerahkan sejumlah drone mikro serta amunisi loitering (drone bunuh diri).

Disebutkan bahwa amunisi loitering Rezvan digunakan untuk mengidentifikasi titik sasaran, kemudian menugaskan serangan kepada drone bunuh diri Shahed-136 yang menghantam target yang telah ditentukan.

Pasukan khusus dari IRGC juga diterjunkan dalam operasi simulasi untuk mencegah pasukan musuh mendekati garis pantai. Operasi tersebut melibatkan tembakan artileri dengan peluru berpemicu jarak, serangan dari darat ke laut untuk menghancurkan sasaran tertentu, serta penggunaan daya tembak berat.

Komandan pasukan darat IRGC, Brigadir Jenderal Mohammad Karami, mengatakan seluruh unit menjalankan “langkah-langkah yang telah dirancang sebelumnya” di berbagai sektor, termasuk unit rudal, artileri, drone, pasukan khusus, kendaraan lapis baja, serta unit mekanis.

Dalam latihan terpisah pada Kamis, menurut Fars, unit rudal pasukan darat IRGC juga menguji sistem rudal baru dengan jangkauan berbeda.

Salah satu sistem rudal yang baru dimasukkan ke dalam arsenal pasukan darat IRGC diluncurkan menuju sasaran yang telah ditetapkan, kemudian menghantam target lain di lokasi berbeda.

Laporan tersebut, mengutip para komandan IRGC, menyebut sistem rudal baru itu dilengkapi sistem navigasi berbeda, memiliki akurasi serangan presisi tinggi, serta membawa hulu ledak yang ditingkatkan untuk menembus formasi pasukan dan posisi pertahanan musuh.

Komandan senior IRGC, Brigadir Jenderal Mohammad Hadi Sefidchian, juga menyatakan bahwa langkah pertahanan pasif turut diterapkan dalam bidang peperangan elektronik.

Di tengah perundingan nuklir yang masih berlangsung, bayang-bayang konflik tetap membayangi, dengan kedua pihak menyatakan kesiapan penuh menghadapi kemungkinan konfrontasi militer.

Baca juga:  Iran Sebut Kesepakatan dengan AS Bisa Tercapai Jika Diplomasi Diutamakan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)