Survei: Sentimen Konsumen AS di Februari 2026 Melempem

Ilustrasi. Foto: Li Jianguo/Xinhua.

Survei: Sentimen Konsumen AS di Februari 2026 Melempem

Husen Miftahudin • 21 February 2026 09:18

New York: Indeks sentimen konsumen Amerika Serikat (AS) pada periode Februari 2026 tetap lebih rendah dari ekspektasi pasar meskipun ada sedikit peningkatan, menurut survei.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 21 Februari 2026, indeks Sentimen Konsumen AS yang dirilis Survei Konsumen Universitas Michigan (UM) di level 56,6 pada survei Februari 2026, naik dari 56,4 pada Januari tetapi di bawah 64,7 pada Februari tahun lalu.

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini berada di level 56,6, naik dari 55,4 pada Januari tetapi di bawah angka 65,7 pada Februari tahun lalu. Indeks Ekspektasi Konsumen berada di angka 56,6, turun dari 57 pada Januari dan di bawah angka 64 pada Februari 2025.

Survei tersebut menemukan sekitar 46 persen konsumen menyebutkan harga tinggi menggerogoti keuangan pribadi mereka, dengan angka tersebut melebihi 40 persen selama tujuh bulan berturut-turut.
 

Baca juga: Gegara Penutupan Pemerintah, Ekonomi AS Cuma Tumbuh 1,4% di Kuartal IV-2025


(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 

Pendapatan warga AS menurun


Secara keseluruhan, pandangan terhadap pasar tenaga kerja juga tetap jauh lebih dingin dibandingkan tahun lalu. Sekitar 23 persen konsumen secara spontan menyebutkan penurunan pendapatan sebagai penghambat keuangan pribadi mereka, angka tertinggi kedua sejak 2021. Pertumbuhan pendapatan rumah tangga yang diharapkan juga tetap relatif stagnan.

Secara keseluruhan, konsumen tidak merasakan perubahan signifikan dalam perekonomian pada Februari 2026. Berlanjutnya tren ini menyoroti frustrasi konsumen yang terus berlanjut terhadap harga tinggi meskipun kekhawatiran mereka tentang inflasi di masa depan telah mereda.

"Sentimen konsumen sekitar 13 persen lebih rendah dibandingkan tahun lalu dan lebih dari 20 persen lebih rendah dibandingkan Januari 2025," jelas Direktur Survei Konsumen UM Joanne Hsu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)