Yaman menyatakan siap menghadapi eskalasi setelah Houthi melancarkan serangan dan blokade maritim terhadap Arab Saudi. (Anadolu Agency)
Yaman Siap Hadapi Eskalasi Konflik usai Serangan Houthi ke Arab Saudi
Willy Haryono • 28 July 2026 07:07
Riyadh: Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan siap menghadapi segala bentuk eskalasi konflik setelah kelompok pemberontak Houthi melancarkan serangan dan blokade maritim terhadap Arab Saudi.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Yaman, Afrah al-Zouba, dalam konferensi pers di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Senin, 27 Juli 2026.
"Pada akhirnya, kami siap menghadapi segala bentuk eskalasi," ucapnya, seperti dikutip dari France 24.
Pernyataan itu disampaikan beberapa jam setelah kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan serangan pesawat nirawak terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi sebagai respons atas operasi drone yang dilakukan kerajaan tersebut.
Al-Zouba mengatakan pemerintah Yaman semakin khawatir kelompok Houthi yang didukung Iran berupaya meniru strategi Teheran di Selat Hormuz dengan menguasai Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Menurutnya, Bab el-Mandeb menjadi jalur penting bagi pengiriman minyak mentah Arab Saudi ke pasar internasional, terutama setelah lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz terganggu akibat meningkatnya konflik.
Eskalasi Arab Saudi dan Houthi
Pekan lalu, Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan mengklaim telah menyerang kapal tanker serta fasilitas minyak milik kerajaan. "Houthi ingin meniru pengalaman Iran di Hormuz," ujar al-Zouba.Ia juga menilai kelompok tersebut bertindak "selaras" dengan eskalasi yang dilakukan Iran di kawasan dan berupaya memperluas pengaruhnya di Laut Merah.
Al-Zouba menambahkan situasi keamanan di Yaman masih tegang, dengan bentrokan antara pasukan pemerintah dan kelompok Houthi yang terjadi hampir setiap hari di sejumlah wilayah.
Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi telah mendukung pemerintah Yaman dalam menghadapi Houthi sejak perang pecah pada 2015.
Eskalasi terbaru antara Arab Saudi dan Houthi menjadi bentrokan langsung pertama dalam beberapa tahun terakhir serta memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang disepakati pada 2022, meski masa berlakunya telah berakhir.
Baca juga: Lalu Lintas Kapal di Laut Merah Turun usai Serangan Houthi ke Tanker Arab Saudi