Gandeng ASEAN, AS Gelontorkan Dana Rp44 Miliar untuk Perangi Online Scam

Ilustrasi online scam. (Anadolu Agency)

Gandeng ASEAN, AS Gelontorkan Dana Rp44 Miliar untuk Perangi Online Scam

Muhammad Reyhansyah • 25 July 2026 09:14

Jakarta: Amerika Serikat (AS) menyiapkan bantuan senilai USD2,5 juta atau senilai Rp44,94 miliar untuk mendukung upaya negara-negara ASEAN memerangi penipuan daring (online scam) dan berbagai kejahatan lintas negara, termasuk kejahatan siber, perdagangan narkoba, serta pencucian uang.

Duta Besar AS untuk ASEAN Kevin Kim mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Washington dalam memperkuat kerja sama dengan ASEAN menghadapi ancaman kejahatan transnasional yang dinilai semakin kompleks dan berdampak lintas negara.

"Dalam kunjungan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Amerika Serikat berencana menyediakan USD2,5 juta untuk menyatukan negara-negara ASEAN melalui berbagai intervensi yang disesuaikan dalam memerangi penipuan daring, kejahatan siber, perdagangan narkoba, dan pencucian uang," kata Kim dalam virtual press briefing, Jumat, 24 Juli 2026.

Kim menegaskan kejahatan transnasional kini menjadi ancaman global yang tidak hanya dirasakan negara-negara Asia Tenggara, tetapi juga Amerika Serikat.

"Kejahatan transnasional merupakan ancaman yang memengaruhi semua orang di seluruh dunia. Memang terdapat perhatian besar terhadap isu ini di Asia Tenggara, tetapi jutaan warga Amerika juga terdampak. Karena itulah isu ini menjadi prioritas bagi Amerika Serikat," ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kim mengatakan Direktur Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) Kash Patel tengah melakukan kunjungan ke sejumlah negara di Asia Tenggara untuk membahas kerja sama pemberantasan kejahatan lintas negara dengan para pemimpin kawasan.

Selain memperkuat kerja sama antarpemerintah, AS juga menggandeng sektor swasta dalam menangani maraknya penipuan daring. Kim mengatakan Washington bersama perusahaan teknologi seperti Meta dan Google telah menyusun 10 prinsip kemitraan publik-swasta (Public-Private Partnership Principles) untuk membantu penanganan online scam di kawasan.

Ia menambahkan isu tersebut telah dibahas dalam Pertemuan Menteri Digital ASEAN (ASEAN Digital Ministers' Meeting) dan memperoleh persetujuan sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi regional.

"Kami berharap seluruh pemimpin juga dapat terus terlibat dalam isu ini," pungkas Kim.

Baca juga:  Jumlah WNI Minta Dipulangkan dari Kamboja Melonjak usai Razia Online Scam

(Willy Haryono)