Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. Foto: dok. Kemenhub.
Menhub Prioritaskan Keselamatan dan Kelancaran Operasional Transportasi Pasca Gempa NTT
Naufal Zuhdi • 15 August 2026 15:59
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Dia menegaskan, aspek keselamatan dan kelancaran operasional transportasi yang terdampak tetap menjadi prioritas utama.
Dia telah menginstruksikan seluruh unit kerja untuk melakukan pemeriksaan terhadap faslitas-fasilitas transportasi yang terdampak, baik pelabuhan, terminal, hingga bandara. Hal ini untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi aman pasca gempa bumi.
"Keselamatan penumpang dan seluruh petugas harus tetap jadi prioritas utama," kata Dudy di Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Gempa bumi mengakibatkan robohnya bagian dermaga dan bangunan ruang tunggu di Pelabuhan Laurentius Say. Saat kejadian, KM Bukit Siguntang sedang sandar di dermaga pelabuhan. Di Pelabuhan Reo, terdapat kerusakan di bagian kantor dan juga terminal, namun tidak ada korban jiwa.
Kerusakan ringan juga terjadi pada sejumlah fasilitas di Pelabuhan Nangakeo, mulai dari plafon runtuh hingga tembok retak. Akibatnya, layanan perintis dihentikan sementara.
Adapun di Bandara Komodo, terdapat kerusakan pada fasilitas Gedung PKP-PK, Terminal Sisi Darat, Gedung Administrasi, serta kerusakan minor pada fasilitas sisi udara (fillet Taxiway A). Tidak ditemukan adanya korban jiwa dan bandara ini tetap beroperasi normal dengan pembatasan.
Dudy menginstruksikan jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub di wilayah NTT dan sekitarnya untuk terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait, seperti BMKG, Basarnas, TNI/Polri, Pemerintah Daerah, dan operator transportasi, untuk memantau situasi di lapangan pasca terjadinya gempa bumi.
.jpg)
Hotel di Labuan Bajo terdampak gempa NTT, Sabtu, 15 Agustus 2026. Foto : MI/ Marianus.
Meskipun peringatan dini tsunami telah dicabut, ia meminta seluruh petugas untuk fokus pada proses penyelamatan penumpang dan tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Saya minta seluruh pihak untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam bermobilitas, khususnya di wilayah terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, selalu update informasi resmi terkait cuaca dari BMKG, dan senantiasa ikuti arahan petugas di lapangan,” kata Dudy.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kata Dudy, akan terus memantau kondisi sarana dan prasarana transportasi di wilayah terdampak dan memastikan layanan transportasi dapat kembali berjalan optimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Ia pun meminta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi-informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Saya berharap aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala,” kata Dudy.