Kemlu Menelusuri Kondisi 2 ABK WNI yang Diculik di Lepas Pantai Gabon

Menteri Luar Negeri Sugiono. Foto: Metro TV

Kemlu Menelusuri Kondisi 2 ABK WNI yang Diculik di Lepas Pantai Gabon

Kautsar Widya Prabowo • 14 January 2026 16:15

Jakarta: Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI masih menelusuri kondisi dua dari empat warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) penangkap ikan, yang diculik kelompok bersenjata di lepas pantai Gabon, Afrika Tengah. Hingga kini, keberadaan dan kondisi kedua WNI tersebut belum diketahui.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan kasus penyanderaan tersebut. Pihaknya membuka berbagai jalur koordinasi untuk memperoleh informasi terbaru.

“Ya, ini kita lagi terus memantau perkembangannya dan saya juga mencoba untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Tiongkok. Terus terang sejauh ini juga kita belum tahu nasib yang dua, tapi kita akan coba cari jalur untuk bisa cari tahu kondisinya seperti apa,” ujar Sugiono, di ruang Palapa, Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Januari 2025.
 


Sugiono menjelaskan perwakilan Indonesia di kawasan juga telah dikerahkan untuk memantau situasi secara intensif. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde disebut terus melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan secara berkala.

“Saya kira perwakilan kita di KBRI Yaounde juga sudah terus memonitor situasi ini. Saya menunggu laporannya setiap jam, setiap ada update,” kata Sugiono.

Menteri Luar Negeri Sugiono. Foto: Metro TV/Kautsar

Terkait identitas dan asal daerah para WNI yang menjadi korban penyanderaan oleh kelompok penyerang bersenjata tersebut, Sugiono mengaku belum memperoleh informasi lengkap.

“Belum tahu,” ujarnya singkat saat ditanya mengenai asal para WNI tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi terjadinya pembajakan terhadap kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) di perairan Ekwata, Gabon, pada 11 Januari 2026. Dalam insiden tersebut, sembilan awak kapal diculik oleh pelaku pembajakan, termasuk empat warga negara Indonesia (WNI).

Berdasarkan keterangan tertulis Kemenlu RI pada Rabu, 13 Januari 2026, kapal tersebut membawa total 12 awak. Tiga awak kapal lainnya, dua di antaranya WNI, dilaporkan dalam kondisi aman dan masih berada di kapal yang sama.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)