Wall Street 'Boncos' Lagi di Tengah Tekanan Sektor Keuangan

Ilustrasi. Foto: dok Xinhua.

Wall Street 'Boncos' Lagi di Tengah Tekanan Sektor Keuangan

Husen Miftahudin • 15 January 2026 08:05

New York: Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena pelaku pasar menganalisis banyaknya laporan pendapatan bank bersamaan dengan data baru tentang inflasi grosir dan pengeluaran konsumen.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 15 Januari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 42,36 poin, atau 0,09 persen, menjadi 49.149,63. Indeks S&P 500 turun 37,14 poin, atau 0,53 persen, menjadi 6.926,6, dan Indeks Komposit Nasdaq yang didominasi saham teknologi turun 238,12 poin, atau satu persen, menjadi 23.471,75.
 
Kinerja di antara 11 sektor utama S&P 500 terbagi, dengan enam sektor berakhir lebih tinggi. Sektor energi dan barang konsumsi pokok memimpin kenaikan, masing-masing naik 2,26 persen dan 1,18 persen. Sebaliknya, sektor barang konsumsi non-pokok dan teknologi menjadi sektor yang paling tertinggal, masing-masing turun 1,75 persen dan 1,45 persen.
 

Baca juga: Saham AS Tergelincir setelah Cetak Rekor
 

Sektor keuangan tertekan

 
Sektor keuangan tetap berada di bawah tekanan karena bank-bank besar terus merilis hasil operasional untuk kuartal keempat 2025. Saham Wells Fargo anjlok 4,61 persen setelah bank tersebut melaporkan laba dan pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan analis.
 
Sementara saham Bank of America turun 3,78 persen meskipun melampaui ekspektasi laba, karena investor menyatakan kekhawatiran atas proyeksi pengeluaran yang meningkat. Saham Citigroup juga turun 3,34 persen setelah rilis laporan keuangannya.
 
Di sisi lain, data ekonomi memberikan gambaran yang beragam untuk perekonomian AS. Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan indeks harga produsen untuk November, yang tertunda karena penutupan pemerintahan federal, naik 0,2 persen dari September. Angka ini sedikit di bawah perkiraan 0,3 persen.
 
Sebaliknya, penjualan ritel untuk November tumbuh sebesar 0,6 persen, melebihi ekspektasi kenaikan sebesar 0,4 persen, yang menandakan permintaan konsumen yang tangguh.


(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
 

Saham media dan hiburan ikut tertekan

 
Saham-saham media dan hiburan juga mengalami pergerakan di tengah perang penawaran yang sengit untuk Warner Bros Discovery (WBD). Saham Netflix turun 1,96 persen di tengah laporan tawaran senilai USD72 miliar untuk HBO Max milik WBD dan kemungkinan studio akan beralih ke struktur pembayaran tunai sepenuhnya.
 
Sementara Paramount Skydance, yang telah meluncurkan tawaran tandingan senilai USD77,9 miliar secara tunai sepenuhnya untuk WBD, mengalami penurunan saham sebesar 0,49 persen.
 
Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun menjadi 4,14 persen pada penutupan perdagangan, turun dari level Selasa sebesar 4,18 persen.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)