Sekolah Rakyat Pandeglang Siap Tampung 500 Siswa Kurang Mampu

Gubernur Banten Andra Soni (kiri) meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. ANTARA/HO-Pemprov Banten

Sekolah Rakyat Pandeglang Siap Tampung 500 Siswa Kurang Mampu

Whisnu Mardiansyah • 9 June 2026 10:59

Serang: Gubernur Banten, Andra Soni, memastikan Sekolah Rakyat Provinsi Banten yang berlokasi di Kabupaten Pandeglang siap menampung sekitar 500 peserta didik dari keluarga kurang mampu pada Tahun Ajaran 2026/2027.

"Sekolah Rakyat Pandeglang diproyeksikan mampu menampung sekitar 500 siswa dari berbagai daerah di Banten, dengan prioritas utama warga Kabupaten Pandeglang," kata Andra Soni dalam keterangannya di Serang, seperti dilansir Antara, Selasa, 9 Juni 2026.

Ia menjelaskan fasilitas yang dibangun di sekolah tersebut sangat memadai. Fasilitas tersebut meliputi gedung pendidikan, asrama, gedung serbaguna, dapur, kantin, rumah ibadah, serta berbagai sarana pendukung lainnya.

Pembangunan Sekolah Rakyat Pandeglang ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026. Sekolah ini direncanakan mulai beroperasi pada Juli 2026.

"Progresnya sesuai dengan target yang telah ditentukan. Target operasionalnya pada bulan Juli," katanya.
 


Dia menjelaskan kehadiran Sekolah Rakyat menjadi peluang besar bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. Program ini merupakan wujud prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memperluas akses pendidikan dasar dan menengah.

Terkait progres fisik pembangunan, Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Nabil Muhammad, melaporkan pembangunan Sekolah Rakyat Pandeglang telah mencapai 67,71 persen. Sejumlah bangunan utama kini sudah memasuki tahap pemasangan atap.

"Untuk Pandeglang sudah 67,71 persen. Sementara Sekolah Rakyat di Lebak sekitar 66,42 persen," ujar dia.

Ia menegaskan percepatan pembangunan terus dilakukan melalui berbagai cara. Mulai dari penambahan tenaga kerja, peralatan, material, hingga pengerjaan arsitektur yang dilakukan secara paralel. Sementara itu, proses seleksi dan verifikasi calon siswa sekolah tersebut saat ini masih terus berjalan.


Presiden Prabowo Subianto dan siswa SRMP 17 Tabanan, Gede Bagus Abimanyu, yang didampingi sang ibu. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Koordinator Wilayah Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Banten, Farhah Syibli, menjelaskan verifikasi dilakukan secara door-to-door atau dari rumah ke rumah di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

Sasaran utama penerima manfaat program ini adalah anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Mereka harus masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sekolah Rakyat Pandeglang direncanakan membuka masing-masing tiga rombongan belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Setiap kelas memiliki kapasitas 30 siswa.

Farhah menyebutkan saat ini kuota untuk jenjang SMA telah terpenuhi. Sementara itu, verifikasi untuk pendaftar SD dan SMP masih berlangsung guna mengisi sisa kursi yang tersedia.

(Whisnu M)