Formula Menyiasati Kenaikan Harga Plastik Dinilai Penting

Ilustrasi - Berbagai produk UMKM makanan yang dikemas menggunakan plastik. Foto: ANTARA/Sumarwoto.

Formula Menyiasati Kenaikan Harga Plastik Dinilai Penting

Fachri Audhia Hafiez • 14 April 2026 00:48

Jakarta: Lonjakan harga plastik di pasar domestik dinilai butuh formula tepat. Karena kenaikan harga berdampak pada industri kecil dan pelaku ekonomi kreatif yang sangat bergantung pada kemasan plastik.

“Pemerintah harus gerak cepat menyiasati kenaikan harga," kata anggota Komisi VII DPR, Yoyok Riyo Sudibyo dalam keterangan tertulis, Senin, 13 April 2026.
 


Komisi VII DPR dipastikan terus memantau pergerakan harga bahan penunjang produksi di pasar domestik. Pemangku kepentingan diharapkan dapat menunjukkan kepiawaian dalam meredam dampak gejolak global agar tidak terus menggerus daya beli masyarakat dan keberlangsungan sektor UMKM sebagai roda penggerak ekonomi nasional.

Yoyok menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik yang kini menyentuh angka Rp28.000 hingga Rp49.000 per kg merupakan dampak langsung dari konflik geopolitik di Timur Tengah. Sebagai negara yang mengimpor 60 persen bahan baku plastik (nafta), Indonesia sangat rentan terhadap gangguan rantai pasok dan lonjakan biaya logistik global.

“Harga plastik sudah masuk langsung ke komponen biaya paling dasar yang menopang aktivitas usaha kecil dan produksi harian sehingga menyebabkan meningkatnya biaya operasional UMKM,” jelas dia.

Situasi ini, menurut Yoyok, menciptakan dilema bagi pelaku usaha kecil, menaikkan harga produk dengan risiko kehilangan pelanggan, atau menanggung biaya tambahan dengan konsekuensi margin keuntungan yang semakin menipis.

“Belum lagi harga minyak goreng di pasaran mulai naik, ukuran tempe mengecil karena beratnya impor kedelai. Sekarang harga gorengan pun naik yang membuat baik pedagang maupun pembeli sama-sama berat,” ujar Yoyok.


Anggota Komisi VII DPR, Yoyok Riyo Sudibyo. Foto: Dok. Istimewa.

Ia pun menegaskan bahwa peran negara dibutuhkan di tengah situasi ini. Yoyok mendorong pemangku kepentingan tidak hanya berfokus pada stabilitas harga BBM, tetapi juga mencari solusi efektif untuk menjaga ketahanan industri kecil dari tekanan harga bahan penunjang produksi.

"Beban ekonomi ganda masyarakat harus mendapat solusi dari pemerintah, di sinilah ujiannya,” ucap dia.

Sebelumnya, pemerintah memastikan menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk merespons kenaikan harga bahan baku plastik dan berbagai komoditas lain yang terdampak dinamika geopolitik global. Khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.
 
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah saat ini fokus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan harga komoditas dunia. Sekaligus menyiapkan langkah mitigasi agar dampaknya terhadap industri dan masyarakat dapat ditekan.
 
Menurut dia, pemerintah menyadari gejolak global, termasuk kenaikan harga energi berpengaruh langsung terhadap sektor industri dalam negeri. Salah satunya industri plastik yang bahan bakunya masih impor.
 
"Kami pemerintah terus menerus setiap hari, kita memonitor seluruh komoditas yang terkena dampak terhadap kenaikan-kenaikan harga di dunia," kata Prasetyo saat memberikan keterangan media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 8 April 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)