ilustrasi sapi kurban, dok: freepik
Pemkot Palu Terapkan Eco Kurban, Imbau Panitia Pakai Wadah Tradisional
Lukman Diah Sari • 21 May 2026 15:40
Palu: Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), menerbitkan kebijakan eco kurban atau konsep pemotongan hewan kurban yang berprinsip pada perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
"Konsep itu sebagai upaya Pemkot Palu membatasi penggunaan sampah plastik sekali pakai, terutama saat pendistribusian hewan kurban," kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Palu Ibnu Mundzir di Palu, Kamis, 21 Juni 2026, melansir Antara.
“Konsep kami terapkan bagian dari upaya pemerintah daerah (pemda) menekan penggunaan plastik sekali pakai yang selama ini cukup tinggi dalam proses distribusi daging kurban kepada masyarakat," ujar dia.
(1).jpg)
ilustrasi sapi kurban, dok: freepik
Kebijakan kurban ramah lingkungan dituangkan ke dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Palu, dimana panitia kurban diminta membuat lubang penampungan limbah berukuran sekitar 1x1 meter, untuk menampung limbah dari sekitar lima hewan kurban sebelum ditutup kembali menggunakan kapur dan bahan pendukung lainnya. Menurut Ibnu, langkah itu penting untuk menekan potensi penyebaran bakteri setelah penyembelihan hewan, termasuk bakteri Escherichia coli atau E.coli. Pemkot Palu juga mengimbau masyarakat kembali menggunakan wadah tradisional sebagai alternatif pengganti kantong plastik dalam pembagian daging kurban.
“Penggunaan wadah tradisional dinilai sangat memungkinkan, karena bahan bakunya masih banyak tersedia di wilayah setempat dan lebih ramah lingkungan," ucapnya.
Ia menambahkan konsep itu juga telah diterapkan pada pelaksanaan kurban Idul Adha 2025, dimana pembatasan penggunaan kemasan plastik telah diatur melalui regulasi Peraturan Wali Kota (Perwali) Palu Nomor 40 Tahun 2021 tentang pembatasan penggunaan kemasan plastik sekali pakai dan styrofoam.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com