Gubernur Papua Pegunungan John Tabo (batik hijau) memimpin rapat evaluasi rekonsiliasi perang suku di Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang berlangsung di Kantor Bupati Jayawijaya, Jumat, 22 Mei 2026.ANTARA/Yudhi Efendi.
Situasi di Wamena Berangsur Membaik Usai Konflik Suku
Silvana Febiari • 22 May 2026 16:17
Wamena: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) mengimbau seluruh aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan dapat kembali berjalan normal di Wamena, Kabupaten Jayawijaya pasca-konflik suku.
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo mengatakan situasi kamtibmas di Kabupaten Jayawijaya secara umum telah berangsur membaik. Ia berharap seluruh aktivitas dapat kembali berjalan seperti biasa.
“Kami minta supaya aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan dapat kembali berjalan normal supaya ekonomi di wilayah Papua Pegunungan terus bertumbuh dengan optimal,” katanya saat memimpin rapat evaluasi rekonsiliasi konflik suku di Wamena, dilansir dari Antara, Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut dia, pelaku usaha agar tidak khawatir dalam mengirim bahan pokok (bapok) maupun barang lainnya dari dan ke Wamena. “Para pelaku usaha supaya tidak takut untuk mengirim barang kebutuhan bapok dan bahan lainnya ke Wamena, karena situasi kamtibmas di daerah ini sudah pulih,” ujarnya.
Dia menjelaskan proses rekonsiliasi yang dimediasi oleh pemerintah daerah dan pusat berjalan dengan baik dan lancar. Upaya tersebut bertujuan untuk mendamaikan kedua suku yang sempat bertikai di wilayah Wamena.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Jayawijaya dan Lanny Jaya bersama tim, serta aparat keamanan yang membantu proses rekonsiliasi atau perdamaian antara kedua belah suku yang bertikai di Wamena,” ungkapnya.

Gubernur Papua Pegunungan John Tabo (batik hijau) memimpin rapat evaluasi rekonsiliasi perang suku di Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang berlangsung di Kantor Bupati Jayawijaya, Jumat, 22 Mei 2026.ANTARA/Yudhi Efendi.
Dia telah menjadwalkan proses adat “patah panah” untuk menghentikan perang suku di Wamena akan berlangsung di Mapolres Jayawijaya, Sabtu, 23 Mei 2026.
“Saya selaku gubernur menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jayawijaya yang telah mengundang kami untuk rapat mempersiapkan agenda “patah panah” supaya menghentikan perang suku di Wamena. Dan kami pemerintah telah bersepakat proses adat itu akan dilaksanakan di tempat netral yakni Mapolres Jayawijaya, supaya perdamaian itu benar-benar terwujud di Papua Pegunungan khususnya Wamena,” ujarnya.