PM Malaysia Anwar Ibrahim. (Bernama)
PM Malaysia Anwar Ibrahim Kecam Serangan Israel terhadap Global Sumud Flotilla
Muhammad Reyhansyah • 19 May 2026 13:16
Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam serangan Israel terhadap armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang berlayar menuju Jalur Gaza, seraya menyebut dunia tidak boleh terus "tunduk pada penindasan."
Dalam pernyataan yang dibagikan melalui platform X, Senin, 18 Mei 2026, Anwar mengatakan operasi terhadap misi bantuan kemanusiaan itu melanggar hukum internasional dan memperlihatkan tindakan Israel dalam menghalangi pengiriman bantuan ke Gaza.
"Israel membungkam suara kemanusiaan dan menindas siapa pun yang bangkit membela rakyat Palestina," kata Anwar, dikutip dari Anadolu, Selasa, 19 Mei 2026.
Ia juga menyerukan jaminan keselamatan serta pembebasan segera terhadap seluruh 100 aktivis yang ditahan, termasuk 16 warga Malaysia. "Dunia tidak boleh terus tunduk pada penindasan dan kemerosotan moral," ujar Anwar.
Menurut dia, penganiayaan terhadap rakyat Palestina dan aktivis kemanusiaan harus segera dihentikan, sementara Israel harus menghadapi keadilan dan pertanggungjawaban.
Armada Bantuan Diserang di Perairan Internasional
Menurut Global Sumud Flotilla, 10 kapal dari konvoi berisi 60 kapal diserang dan dinaiki pasukan Israel di perairan internasional pada Senin.Penyelenggara menyebut insiden terjadi sekitar 70 mil laut atau sekitar 129 kilometer dari Pulau Siprus. Sedikitnya enam dari 15 peserta asal Irlandia dilaporkan ditahan.
Flotilla yang terdiri dari lebih dari 50 kapal itu berlayar dari distrik Marmaris di pesisir Mediterania Turki pada Kamis untuk mencoba menembus blokade Israel terhadap Gaza yang berlangsung sejak 2007.
Penyelenggara mengatakan misi tersebut diikuti 426 peserta, termasuk 96 aktivis Turki dan peserta dari 39 negara lain seperti Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Kanada, Pakistan, Mesir, Prancis, Australia, dan Afrika Selatan.
Pada 29 April lalu, Israel juga menyerang armada bantuan Global Sumud di lepas pantai Pulau Kreta, Yunani.
Baca juga: Lima WNI Aktivis Global Sumud Flotilla Ditangkap Israel, 4 Masih Berlayar