Ilustrasi kemarau. Foto: Pexels/Jonathan
Potensi El Nino Hingga Awal 2027: Simak Jadwal, Lokasi, dan Langkah Antisipasi
Muhamad Marup • 30 July 2026 19:38
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi El Nino akan berlangsung hingga awal tahun 2027. Dugaan tersebut berdasarkan perhitungan pada pertengahan Juli 2026.
Berdasarkan unggahan Instagram @infobmkg, El Nino berpotensi mencapai kategori sangat kuat dengan peluang intensitas mencapai 75 persen. Fenomena ini berdampak langsung terhadap berkurangnya curah hujan di sebagian besar Indonesia, setidaknya hingga Oktober 2026.
Di sisi lain, puncak musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung pada Juli-September 2026. Meski demikian, tidak semua wilayah mengalami puncak kemarau pada waktu yang sama, sehingga penting untuk mengetahui kondisi di daerah masing-masing.
Jadwal dan Lokasi Puncak Musim Kemarau 2026
Juli
Selama bulan Juli, kemarau terjadi di 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen wilayah. Berikut daftar wilayahnya:- Sebagian Sumatra
- Sebagian kecil Kalimantan dan Jawa
- Nusa Tenggara Timur (NTT) bagian selatan
- Sulawesi Barat bagian utara
- Sulawesi Tengah bagian barat
- Sebagian kecil Maluku
- Papua Barat Daya bagian selatan
- Papua Barat bagian Tengah
- Papua bagian Timur
Agustus
Selama bulan Agustus, kemarau terjadi di 369 Zona Musim (ZOM) atau 48,84 persen wilayah. Berikut daftar wilayahnya:- Sumatra bagian tengah
- Sebagian besar Jawa
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Sebagian NTT
- Sebagian besar Kalimantan
- Sebagian Sulawesi
- Sebagian Maluku dan Maluku Utara
- Sebagian besar Pulau Papua
Ilustrasi. Medcom.id
September
Selama bulan September, kemarau terjadi di 169 Zona Musim (ZOM) atau 25,41 persen wilayah. Berikut daftar wilayahnya:- Kepulauan Bangka Belitung
- Sebagian besar Sumatra Selatan
- Lampung
- Sebagian kecil Jawa
- Sebagian besar NTT
- Kalimantan bagian selatan
- Sebagian besar Sulawesi
- Sebagian besar Maluku Utara
- Sebagian Maluku
- Papua Pegunungan bagian tengah
Langkah Antisipasi
BMKG merekomendasikan beberapa langkah antisipasi mulai dari sektor pangan hingga kesehatan. Berikut penjelasannya:- Sektor Pangan: Sesuaikan jadwal tanam dan pilih varietas tanaman hemat air dan kering
- Sumber Daya Air: Optimalisasi semua sumber air sebagai cadangan untuk kebutuhan air bagi masyarakat
- Energi: Pastikan kapasitas air bendungan aman untuk operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
- Kesehatan: Pemda wajib siapkan respons cepat antisipasi polusi udara pemicu ISPA
- Pengelolaan Lahan: Perkuat pencegahan karhutla melalui pemantauan dini, patroli terpadu, dan respons cepat antisipasi dampak karhutla