BTN Jadi Penyalur Terbesar KPR FLPP dalam Akad Massal 62.710 Rumah Subsidi

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu saat akad massal KPR. Foto: dok BTN.

BTN Jadi Penyalur Terbesar KPR FLPP dalam Akad Massal 62.710 Rumah Subsidi

Ade Hapsari Lestarini • 31 July 2026 08:20

Batang: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dalam Akad Massal KPR Rumah Subsidi yang diselenggarakan BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026.

 
Sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti akad secara langsung maupun daring dari berbagai daerah. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar di antara seluruh bank penyalur yang terlibat dalam program tersebut.
 
Berdasarkan data BP Tapera, akad massal melibatkan 62.710 debitur KPR Sejahtera FLPP, terdiri atas 200 debitur yang hadir langsung dan 62.510 debitur yang mengikuti secara daring. Kegiatan berlangsung serentak di sedikitnya 130 titik pada 372 kabupaten/kota di 36 provinsi.
 
Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan penyediaan rumah layak merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Karena itu, pemerintah mendorong sinergi antara perbankan, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat.
 
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional.
 
"Pencapaian BTN sebagai penyalur terbesar dalam akad massal ini merupakan hasil kerja bersama. Dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh pelaku ekosistem turut meningkatkan kapasitas BTN dalam memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat," ujar Nixon, dalam keterangan tertulis, Jumat, 31 Juli 2026.
 
 
Menurut Nixon, tingginya jumlah debitur menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap rumah layak masih besar. BTN akan terus meningkatkan kapasitas layanan agar penyaluran pembiayaan rumah semakin cepat dan luas.
 
"Keikutsertaan 39.043 debitur BTN menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap rumah yang layak dan terjangkau. Kami akan terus mempercepat layanan dan menjaga kualitas penyaluran agar semakin banyak keluarga Indonesia dapat memiliki rumah pertama," kata dia.
 
Hingga 29 Juli 2026, BP Tapera mencatat realisasi penyaluran FLPP mencapai 118.756 unit rumah dengan nilai Rp14,76 triliun.
 
Sementara itu, berdasarkan data Kementerian PKP, BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP hingga 29 Juli 2026, tertinggi di antara bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Adapun PT Bank Syariah Nasional (BSN) telah merealisasikan penyaluran 28.282 unit. Secara keseluruhan, BTN dan BSN telah menyalurkan 84.048 unit rumah subsidi melalui skema konvensional dan syariah.
 
Salah satu penerima manfaat BTN adalah Sutam Sapto Wibowo, pengemudi ojek online asal Kabupaten Bantul yang memperoleh rumah dengan cicilan sekitar Rp1,05 juta per bulan. Selain pengemudi ojek online, penerima manfaat juga berasal dari kalangan pedagang, buruh, guru, perawat, pemuka agama, hingga pelaku usaha mikro.

 

Perkuat pembiayaan ekosistem perumahan

 
Selain menyalurkan KPR kepada masyarakat, BTN juga memperkuat pembiayaan dari sisi penyediaan rumah melalui Kredit Program Perumahan (KPP).
 
Berdasarkan data Kementerian PKP, realisasi penyaluran KPP BTN hingga 29 Juli 2026 mencapai sekitar Rp4,39 triliun.
 
Pembiayaan tersebut dapat dimanfaatkan pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, serta pelaku usaha lain dalam rantai pasok sektor perumahan.
 
"Melalui KPR, BTN membantu masyarakat membeli rumah. Melalui KPP, kami mendukung pengembang dan pelaku usaha agar pasokan rumah dapat tumbuh. Dukungan Danantara memperkuat sinergi tersebut sehingga sisi permintaan dan penyediaan dapat bergerak secara beriringan," ujar Nixon.
 
BTN juga memperkuat layanan digital melalui balé Properti, yang menyediakan informasi rumah, simulasi cicilan, hingga pengajuan KPR dalam satu platform.
 
"Menjadi penyalur terbesar bukan tujuan akhir. Fokus kami adalah memastikan semakin banyak keluarga Indonesia dapat menemukan, memperoleh pembiayaan, dan menghuni rumah yang layak serta terjangkau," tutup Nixon.

(Ade Hapsari Lestarini)