Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: Tangkapan Layar.
Menteri ESDM: Pembangunan PLTS 100 GWp Raup Investasi USD73 Miliar
Siti Yona Hukmana • 25 August 2026 15:13
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Bali. Pembangunan dari proyek PLTS 100 Gigawatt peak (GWp) ini dinilai menarik investasi USD73 miliar.
"Total investasi dari 100 Gigawatt kurang kebih USD73 miliar atau setara dengan Rp1.147 triliun," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam sambutannya yang dilihat di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, 25 Agustus 2026.
"Dan untuk di hari yang kita laksanakan ini kita ground breaking 5,3 Gigawatt dan untuk di Bali 1.000 Megawatt," ungkap Bahlil.

Presiden Prabowo Subianto memimpin peluncuran pembangkit listrik tenaga Surya (PLTS) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026. Foto: Tangkapan Layar
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan peluncuran PLTS 100 Gigawatt peak (GWp), merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air, yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional, serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
"Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029, dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD)," dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 25 Agustus 2026.