Jangan Tertipu! Ini 10 Cara Cek Emas Asli atau Palsu

Ilustrasi Emas. Foto: Freepik

Jangan Tertipu! Ini 10 Cara Cek Emas Asli atau Palsu

Muhamad Marup • 19 August 2026 19:27

Jakarta: Emas menjadi salah satu aset pilihan masyarakat, baik sebagai perhiasan maupun investasi. Sebelum membeli atau menjual emas, penting mengetahui cara mengecek keasliannya agar terhindar dari emas palsu.

Ada sejumlah cara untuk memeriksa emas, mulai dari melihat ciri fisik, menggunakan magnet, hingga mengukur kepadatannya. Beberapa metode dapat dilakukan sebagai pemeriksaan awal, tetapi hasil lebih akurat tetap membutuhkan pengujian profesional.

Kadar emas juga menjadi hal penting saat membeli perhiasan atau emas batangan. Pasalnya, kadar menunjukkan seberapa besar kandungan emas murni yang terdapat di dalam suatu produk.

Mengutip dari laman resmi Pegadaian, berikut cara yang dapat digunakan untuk mengecek emas asli atau palsu.

Cara Cek Emas Asli atau Palsu

 

1. Periksa Ciri Fisik dan Kode Kadar

Emas perhiasan umumnya memiliki kode atau tanda khusus yang menunjukkan kadar emas. Kode tersebut dapat berupa angka seperti 375, 585, 750, 916, hingga 999 atau tanda karat seperti 10K, 18K, 22K, dan 24K.

2. Gunakan Magnet

Emas tidak memiliki sifat magnetis sehingga tidak akan tertarik atau menempel pada magnet. Cara ini dapat menjadi pemeriksaan awal, meski hasilnya tidak selalu akurat pada perhiasan yang mengandung campuran logam lain.

3. Uji dengan Keramik

Emas dapat digoreskan secara perlahan pada keramik polos tanpa glasir untuk melihat bekas yang ditinggalkan. Emas asli umumnya meninggalkan warna keemasan, sedangkan logam berlapis emas dapat meninggalkan bekas berwarna gelap.

4. Gunakan Asam Nitrat

Pengujian dengan asam nitrat dapat dilakukan untuk melihat reaksi logam terhadap zat tersebut. Emas murni tidak mudah bereaksi, sedangkan logam lain dapat menunjukkan perubahan warna.

Metode ini tidak disarankan dilakukan sendiri karena asam nitrat merupakan bahan berbahaya. Pengujian sebaiknya dilakukan tenaga profesional dengan perlengkapan keselamatan yang sesuai.

5. Menggigit Emas

Menggigit emas dikenal sebagai salah satu cara tradisional untuk mengecek keasliannya. Namun, metode ini tidak dapat dijadikan patokan karena kadar emas yang berbeda memiliki tingkat kekerasan yang berbeda dan tindakan tersebut juga dapat merusak perhiasan.

6. Perhatikan Bau Logam

Emas murni tidak memiliki bau khas seperti logam. Sementara itu, logam campuran tertentu dapat menimbulkan aroma setelah terkena keringat atau air, tetapi cara ini tidak cukup akurat untuk memastikan keaslian emas.

Harga Emas Dibayangi Koreksi, Ini yang Perlu Dicermati Investor

Ilustrasi. Foto: Unplash

7. Periksa Konduktivitas

Emas memiliki kemampuan menghantarkan panas dan listrik yang baik. Pengujian konduktivitas membutuhkan alat tertentu sehingga kurang praktis dilakukan sendiri di rumah.

8. Dengarkan Suara Emas

Emas batangan yang padat dapat menghasilkan suara nyaring dan cukup panjang ketika diketukkan secara perlahan pada permukaan keras. Pengujian suara hanya dapat menjadi indikasi awal dan tidak cukup untuk memastikan keaslian emas.

9. Hitung Kepadatan Emas

Kepadatan emas dapat dihitung dengan membandingkan massa emas dan perubahan volume air. Rumus yang digunakan yakni densitas = massa emas ÷ pergeseran volume.

Sebagai contoh, emas dengan berat 38 gram yang menyebabkan perubahan volume air sebesar 2 mililiter memiliki densitas 19 gram per mililiter. Angka tersebut mendekati kepadatan emas murni 24 karat yang berada di kisaran 19,3 gram per mililiter.

10. Lakukan Pengujian Secara Profesional

Jika masih ragu dengan keaslian emas, pemeriksaan sebaiknya dilakukan di tempat yang menyediakan layanan pengujian logam mulia. Salah satunya dengan membawa emas ke outlet Pegadaian untuk mendapatkan pemeriksaan dari petugas.

Mengenal Kadar Emas Sebelum Membeli

Selain memastikan keasliannya, masyarakat perlu mengetahui kadar emas sebelum membeli atau menjual. Semakin tinggi kadar karat, semakin besar kandungan emas murni di dalamnya. Berikut rincian kadar emas yang umum ditemukan:
  • 24 karat: sekitar 99,9 persen emas murni dan umumnya berbentuk emas batangan.
  • 22 karat: sekitar 91,7 persen emas murni dan banyak digunakan pada perhiasan.
  • 18 karat: sekitar 75 persen emas murni dan umum digunakan untuk perhiasan.
  • 14 karat: sekitar 58,3 persen emas murni dan biasanya merupakan campuran dengan logam lain.
  • 10 karat: sekitar 41,7 persen emas murni dan menjadi salah satu pilihan perhiasan dengan kadar lebih rendah.
Kadar tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan nilai emas saat membeli maupun menjual. Masyarakat juga dapat memeriksa surat atau dokumen pembelian untuk memastikan informasi mengenai kadar dan produk emas yang dimiliki.

(Angel Rinella)

(Muhamad Marup)