Harga Emas Dibayangi Koreksi, Ini yang Perlu Dicermati Investor

Ilustrasi. Foto: Unplash

Harga Emas Dibayangi Koreksi, Ini yang Perlu Dicermati Investor

Eko Nordiansyah • 19 August 2026 11:40

Jakarta: Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini, meskipun sejumlah faktor fundamental tetap memberikan dukungan. Analisis Dupoin Futures Geraldo Kofit menyebut, harga emas masih berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support berikutnya di 4.310 hingga 4.239. 

"Proyeksi tersebut didasarkan pada perkembangan struktur teknikal yang menunjukkan terbentuknya pola ABC correction, diperkuat dengan kemunculan Bearish Engulfing serta momentum Stochastic yang terus bergerak melemah," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 19 Agustus 2026

Pada time frame Daily, pergerakan emas memperlihatkan indikasi bahwa fase koreksi masih belum berakhir. Setelah mengalami penguatan sebelumnya, harga mulai memasuki fase secondary trend yang mengarah ke bawah. Terbentuknya pola ABC correction menjadi salah satu sinyal bahwa pasar sedang melakukan penyesuaian.

"Pola tersebut menunjukkan adanya rangkaian pergerakan korektif yang dapat membawa harga menuju level support yang lebih rendah sebelum kembali menentukan arah tren berikutnya," ujar Geraldo.

Tekanan jual meningkat

Sinyal pelemahan juga semakin diperkuat oleh munculnya pola Bearish Engulfing pada grafik harian. Pola candlestick tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan jual karena candlestick bearish berhasil menutupi pergerakan candlestick bullish sebelumnya. 

"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa seller mulai mengambil alih momentum dan buyer belum mampu mempertahankan penguatan harga. Selama belum muncul sinyal pembalikan yang lebih kuat, peluang koreksi XAUUSD masih menjadi skenario yang perlu diperhatikan," ungkapnya.

Menurut Dupoin Futures, area 4.310 hingga 4.239 menjadi zona support berikutnya yang berpotensi menjadi sasaran pelemahan. Area tersebut penting untuk dicermati karena dapat menjadi titik munculnya kembali minat beli apabila tekanan jual mulai berkurang. 

"Apabila harga mampu menemukan support dan membentuk pola pembalikan di zona tersebut, peluang terjadinya technical rebound akan semakin terbuka. Sebaliknya, apabila tekanan bearish terus berlanjut, investor perlu mewaspadai potensi pelemahan lebih dalam," katanya.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Indikator Stochastic mengonfirmasi skenario bearish

Saat ini Stochastic masih menunjukkan arah pelemahan, yang mengindikasikan bahwa momentum beli belum kembali menguat. Pergerakan indikator menuju area oversold nantinya dapat membuka peluang rebound, tetapi selama belum terdapat konfirmasi pembalikan arah, tekanan jual masih berpotensi mendominasi pergerakan emas (XAUUSD).

Meski analisis teknikal cenderung bearish, kondisi fundamental sebenarnya masih memberikan sejumlah katalis positif bagi harga emas. Salah satu faktor pendukung berasal dari semakin berkurangnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

"Prospek kebijakan moneter yang lebih dovish dapat meningkatkan daya tarik emas karena menurunkan opportunity cost dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil," ungkap Geraldo.

Selain itu, pelemahan dolar AS juga menjadi faktor yang berpotensi memberikan dukungan terhadap XAUUSD. Emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar cenderung lebih menarik bagi investor ketika nilai dolar melemah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan daya beli investor di luar Amerika Serikat dan membantu membatasi tekanan terhadap harga emas.

Namun, pergerakan US Treasury Yield masih menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dapat meningkatkan daya tarik aset berbunga dibandingkan emas, sehingga berpotensi membatasi penguatan logam mulia. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sentimen bullish dari sisi fundamental belum sepenuhnya mampu menghilangkan risiko koreksi secara teknikal.

Di tengah dinamika tersebut, ketidakpastian geopolitik juga masih menjadi faktor penting bagi pasar. Perkembangan terkait Selat Hormuz dan potensi meningkatnya ketegangan geopolitik dapat menjaga permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven

"Ketika risiko geopolitik meningkat, investor cenderung mencari instrumen yang dianggap mampu memberikan perlindungan terhadap ketidakpastian pasar. Kondisi tersebut berpotensi menjadi penahan bagi pelemahan XAUUSD," ujar dia.

Harga emas dalam kondisi cukup kompleks

Fundamental masih memberikan sejumlah alasan bagi investor untuk mempertahankan eksposur terhadap emas, terutama akibat pelemahan dolar AS, berkurangnya peluang kenaikan suku bunga The Fed, serta tingginya ketidakpastian geopolitik. Namun, tekanan dari kenaikan Treasury Yield dan sinyal teknikal bearish membuat ruang koreksi tetap terbuka.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas (XAUUSD) masih berpeluang melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek menuju area 4.310–4.239. Terbentuknya ABC correction, konfirmasi Bearish Engulfing, serta Stochastic yang masih bergerak turun menjadi indikator utama yang mendukung skenario tersebut. 

"Investor dan trader disarankan mencermati respons harga ketika mendekati zona support tersebut. Jika muncul rejection dan swing low baru, peluang rebound dapat kembali terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat memperkuat tekanan bearish dan membuka ruang bagi pelemahan lanjutan," ujar dia.

(Eko Nordiansyah)