Bus Trans Jatim Koridor Malang. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq
Layanan Ekspedisi Trans Jatim di Malang Raya Patok Tarif Rp2.500 per Km
Daviq Umar Al Faruq • 6 July 2026 20:55
Malang: Layanan pengiriman barang melalui armada bus Trans Jatim akan hadir di kawasan Malang Raya pada Oktober 2026. Program yang dikenal sebagai Trans Jatim Ekspedisi atau “Tradisi” ini dijadwalkan diluncurkan bersamaan dengan pembukaan Koridor II Trans Jatim.
Strategi ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha dan masyarakat Malang Raya yang membutuhkan layanan logistik terjangkau. Pasalnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur telah mematok tarif yang sangat kompetitif, yakni Rp2.500 per kilometer dengan skema biaya all-in yang berlaku seragam di seluruh wilayah Jawa Timur.
“Bisa berupa berkas, dokumen, dan barang seperti ekspedisi pada umumnya,” kata Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jatim, Cito Eko Yuly Saputro, Senin 6 Juli 2026.
Layanan ini merupakan pengembangan dari model serupa yang sebelumnya sukses dioperasikan di wilayah Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan). Berdasarkan evaluasi operasional sebelumnya, Dishub Jatim memutuskan untuk melakukan pembaruan sistem pengiriman agar lebih efisien bagi pengguna.
Jika sebelumnya layanan hanya terbatas pada konsep pool-to-pool, kini skema akan diubah menjadi point-to-point untuk memudahkan pelanggan. Perubahan ini memungkinkan kurir mengantar paket langsung ke alamat penerima, sehingga jangkauan layanan menjadi jauh lebih luas.
“Sehingga meskipun pengguna tidak naik bus Trans Jatim, mereka tetap bisa mengirim barang melalui Tradisi,” ungkap Cito.
.jpg)
Bus Trans Jatim Koridor Malang. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq
Untuk memastikan sistem point-to-point berjalan lancar, Dishub Jatim tengah menjajaki kerja sama dengan penyedia layanan on-demand swasta dan PT Pos Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyediakan tenaga kurir profesional yang akan mendukung mobilitas distribusi paket dari terminal menuju titik tujuan akhir.
Terkait kesiapan infrastruktur, Dishub Jatim menargetkan seluruh sarana pendukung akan rampung sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pihaknya optimistis ekspansi ini akan mendongkrak efisiensi logistik di wilayah Malang Raya.
“Target kami Koridor II Malang Raya selesai bersamaan dengan layanan Tradisi, sekitar Oktober 2026 jika tidak ada kendala,” ujar Cito.