Ilustrasi hutan. Foto: Istimewa
Menhut Tegaskan Sektor Kehutanan sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru
M Sholahadhin Azhar • 7 July 2026 16:04
Jakarta: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan sektor kehutanan akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru atau new engine of growth. Yakni, melalui konsep green growth atau pertumbuhan hijau.
“Tinggal sekarang yang paling penting dari sebuah perencanaan itu adalah pelaksanaannya. Bagaimana kita bisa konsisten, kita bisa istikamah berjalan pada apa yang sudah kita rencanakan ini,” kata Menhut dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 Juli 2026.
Menurutnya, pengelolaan hutan ke depan tidak hanya pelestarian lingkungan. Tetapi, menciptakan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Raja Juli Antoni saat membuka Sosialisasi Revisi II Rencana Kehutanan Tingkat Nasional (RKTN) 2011–2030, di Kantor Kemenhut hari ini. Menhut menekankan, proses penyusunan RKTN yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga hingga pemerintah daerah ini diarahkan untuk pertumbuhan hijau.
Menurut Menhut Raja Antoni, RKTN menjadi instrumen penting untuk mewujudkan arahan Presiden Prabowo mengenai keseimbangan antara ekonomi dan ekologi. Ia menegaskan, pembangunan nasional harus tetap berjalan, namun tetap menempatkan kelestarian hutan sebagai fondasi utama.
Menhut menegaskan bahwa hutan wajib lestari. Hal itu, kata dia, menjadi tanggung jawab utama Kementerian Kehutanan, untuk masa depan Indonesia maupun dunia.
Di saat bersamaan, kata Menhut, pembangunan tidak boleh berhenti. Indonesia membutuhkan growth dan membutuhkan job creation.
"Tapi bagaimana kemudian kita mendorong green growth. Bagaimana kemudian hutan kita ini menjadi new engine of growth, menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru dengan pola baru yaitu pertumbuhan hijau,” kata Menhut.

Menhut Raja Antoni. Foto: Istimewa
Menhut Raja Antoni menambahkan, pemerintah telah membuka babak baru pengelolaan kehutanan melalui perdagangan karbon. Hal itu sebagai salah satu instrumen yang memungkinkan hutan tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Pesan saya tunggal, sekali lagi, be consistent. Konsistenlah dengan apa yang direncanakan, untuk kemudian kita dapat mencapai tiga hal, yaitu hutan wajib lestari, pembangunan tidak boleh berhenti, dan kesejahteraan masyarakat itu pasti,” kata Menhut.