Pelatih timnas Cape Verde, Bubista. Foto: X/@fcfcomunica.
Tanjung Verde Pulang dengan Kebanggaan, Bubista: Kami Mengangkat Martabat Negeri Kami
Dhika Kusuma Winata • 4 July 2026 12:10
Jakarta: Pelatih Tanjung Verde Pedro Leitao Brito (Bubista) melihat sisi terang di balik berakhirnya petualangan bersejarah timnya di Piala Dunia 2026. Meski kalah dramatis dari Argentina, dia menilai anak asuhnya telah mengangkat nama negara kecil berpenduduk sekitar setengah juta jiwa itu di panggung sepak bola dunia.
Tanjung Verde takluk 2-3 lewat perpanjangan waktu pada babak 32 besar di Stadion Hard Rock, Miami, Amerika Serikat, Sabtu (4/7) pagi WIB. Meski di atas kertas sebagai underdog, mereka mampu merepotkan sang juara bertahan.
"Kami telah mengangkat martabat negara kami," kata Bubista dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 4 Juli 2026.
Bubista mengapresiasi kinerja timnya selama ajang Piala Dunia 2026. Sebab, mereka berhasil memberikan permainan sengit saat menghadapi juara dunia.
"Yang paling penting, saya bangga kepada para pemain karena mereka menunjukkan kehormatan dan identitas Tanjung Verde di Piala Dunia," ungkap Bubista.
Menghadapi juara bertahan Argentina di babak 32 besar, Tanjung Verde kembali memberi perlawanan sengit. Sebelum laga, Bubista bahkan menyebut duel melawan Lionel Messi dan kawan-kawan sebagai pertandingan terbesar dalam hidup mereka.
Prediksi itu terbukti. Mereka membuat Argentina bekerja ekstra keras hingga babak tambahan.
Argentina memang lebih dulu memimpin melalui aksi khas Lionel Messi. Tanjung Verde menyamakan kedudukan melalui Deroy Duarte yang membawa skor imbang pada babak kedua.

Timnas Cape Verde: IG @fcfcomunica.
Penjaga gawang veteran Vozinha, yang sebelumnya mencuri perhatian berkat penampilan gemilang saat menghadapi Spanyol, kembali tampil luar biasa. Kiper berusia 40 tahun itu memenangi duel satu lawan satu dengan Messi.
Di babak tambahan, Argentina sempat memimpin melalui Lisandro Martinez. Namun, Sidny Lopes Cabral kembali membungkam pendukung Albiceleste lewat gol yang memaksa pertandingan tetap hidup.
Perlawanan Tanjung Verde akhirnya runtuh ketika sepak pojok Messi disambut Cristian Romero. Bola kemudian berbelok masuk ke gawang setelah mengenai Diney Borges dan tercatat sebagai gol bunuh diri yang memastikan kemenangan 3-2 untuk Argentina.