4 SDN di Karanganyar Nihil Murid Baru, Disik Pastikan Belum Ada Regrouping

Kondisi ruang Kelas I SDN 4 Seloromo, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Triawati Prihatsari)

4 SDN di Karanganyar Nihil Murid Baru, Disik Pastikan Belum Ada Regrouping

Triawati Prihatsari • 15 July 2026 19:16

Karanganyar: Sebanyak empat Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tidak mendapatkan siswa baru tahun ajaran 2026/2027 ini. Ke empat SDN tersebut yakni SDN 3 Blumbang Kecamatan Tawangmangu, SDN 4 Seloromo Kecamatan Jenawi, SDN 3 Tunggulrejo Kecamatan Jumantono dan SDN 1 Jatiwarno Kecamatan Jatipuro. 

"Karena tidak ada murid baru, SD tersebut tidak melakukan MPLS 2026. Tapi juga harapan kami saling mendukung program MPLS," ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno, di Karanganyar, Rabu, 15 Juli 2026.


Kadisdik Karanganyar Hendro Prayitno. (Metrotvnews.com/Triawati Prihatsari)

Kendati tidak melaksanakan MPLS, siswa di empat SDN tersebut diharapkan mengikuti kegiatan serupa sebelum proses belajar mengajar dimulai. Menurutnya, ada beberapa faktor empat sekolah itu tidak mendapatkan siswa baru sama sekali. 

Antara lain faktor geografis sekolah, di mana lokasi sekolah terlalu jauh dari pemukiman warga. Serta faktor lain seperti minimnya usia masuk sekolah di lingkungan sekitar. 

"Sekarang kan juga bermunculan sekolah-sekolah yang baru ya. Itu juga salah satu pengaruh terkait dengan persaingan mendapatkan murid dalam sekolah tersebut," beber Hendro. 

Kendati beberapa sekolah tidak mendapatkan siswa baru, ia mengakui masih belum ada rencana untuk melakukan penggabungan atau regrouping. Dalam hal ini, opsi penggabungan menjadi pilihan terakhir dengan penuh kehati-hatian.

"Makanya tahun ajaran berikutnya kita evaluasi lagi. Misalnya kalau itu tidak mendapatkan murid berarti kita jalan terakhir regrouping. Regrouping sekolah perlu kehati-hatian serta mempertimbangkan sejumlah faktor seperti murid yang masih bersekolah di sekolahan itu serta orang tua atau wali murid. Namun orang tua tidak perlu risau karena regrouping tidak akan dilakukan pada tahun ini," ungkap Hendro.

(Lukman Diah Sari)