Mendagri Sebut Semua Pemerintahan Desa di Sumatra Sudah Aktif Kembali

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat konferensi pers bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (25/5/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Mendagri Sebut Semua Pemerintahan Desa di Sumatra Sudah Aktif Kembali

Achmad Zulfikar Fazli • 25 May 2026 16:00

Jakarta: Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatra, Tito Karnavian, menyampaikan seluruh pemerintahan baik di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga kantor desa di Sumatra, sudah aktif beroperasi kembali setelah dilanda bencana. Satgas dan seluruh kementerian lembaga terkait sudah bergerak demi memulihkan Sumatra.

"Kantor desa ada beberapa yang terdampak, meskipun sudah berjalan operasional, tapi ada yang masih di Huntara (Hunian Sementara), ada di kantor, di rumah kepala desa dan yang lain-lain," kata Tito seusai rapat pemulihan bencana Sumatra bersama DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 25 Mei 2026.

Dia menyampaikan layanan listrik, BBM, internet, pada umumnya sudah berjalan. Namun, masih ada beberapa desa yang terisolir lantaran jalan longsor di Aceh Tengah dan Tapanuli Tengah.

"Rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan puskesmas juga relatif semua sudah baik, tapi akan dioptimalkan lagi oleh Menteri Kesehatan. Ada beberapa puskesmas pembantu," kata dia.

DPR RI menggelar rapat dengan Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra. Foto: Metrotvnews.

Baca Juga: 

Pemerintah Bakal Kucurkan Anggaran Rp100,1 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumatra

Meski masih ada desa terisolir, dia menyampaikan seluruh jalur jalan nasional di Sumatra sudah terhubung, termasuk jembatan-jembatan yang kini sudah kembali diperbaiki.

"Kemudian jembatan nasional juga baik, terhubung meskipun temporer," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan DPR dan pemerintah melalui Satgas tersebut sudah membahas rencana induk untuk pemulihan Sumatra dan anggarannya sudah disetujui.

"Sehingga kami melakukan koordinasi-koordinasi agar kegiatan-kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi maupun secara teknis rencana kerja daripada kementerian dan lembaga bisa berjalan dengan baik," kata Dasco.

(Achmad Zulfikar Fazli)