Israel Setujui Perluasan Permukiman Ilegal di Jericho dan Lembah Yordania

Pembangunan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat kerap memicu bentrokan. (Anadolu Agency)

Israel Setujui Perluasan Permukiman Ilegal di Jericho dan Lembah Yordania

Dimas Chairullah • 29 May 2026 17:33

Ramallah: Otoritas Israel dilaporkan kembali menyetujui rencana perluasan permukiman ilegal di kawasan Lembah Yordania di Tepi Barat yang diduduki.

Mengutip Anadolu, Jumat, 29 Mei 2026, proyek tersebut mencakup pembangunan ratusan unit perumahan baru di atas tanah milik warga Palestina.

Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina mengatakan Israel telah menyetujui “rencana struktural kolonial besar-besaran” untuk memperluas permukiman Masua di Lembah Al-Far'a, Provinsi Jericho.

Menurut dokumen perencanaan, proyek tersebut meliputi pembangunan 517 unit permukiman baru di area seluas sekitar 1.692 dunam atau sekitar 418 hektare.

Selain kawasan hunian, proyek itu juga mencakup pembangunan infrastruktur, jalan raya, lembaga publik, dan fasilitas operasional lainnya.

Komisi Palestina menilai langkah tersebut merupakan upaya Israel membentuk “blok kolonial terintegrasi” guna memperkuat pencaplokan wilayah di masa depan.

Menurut komisi tersebut, Israel juga berupaya mengisolasi kawasan Lembah Yordania secara geografis dan demografis melalui perampasan lahan dan pembatasan ruang gerak warga Palestina.

“Proyek jalan dan infrastruktur pemukiman termasuk di antara alat paling berbahaya dari aneksasi bertahap untuk memaksakan realitas baru di lapangan,” kata komisi itu.

Pihak Palestina mendesak komunitas internasional mengambil langkah hukum dan politik terhadap perluasan permukiman yang dinilai melanggar hukum internasional.

Berdasarkan data komisi hingga 30 Maret lalu, terdapat lebih dari 542 permukiman dan pos terdepan ilegal Israel di Tepi Barat yang dihuni lebih dari 780.000 pemukim.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 165 pos baru disebut dibangun sejak konflik pecah pada Oktober 2023, termasuk 59 pos baru sepanjang 2025.

Sejak 7 Oktober 2023, otoritas Israel juga dilaporkan telah meninjau ratusan rencana struktural baru untuk mendukung perluasan permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Baca juga:  Serangan Militer dan Pemukim Israel di Tepi Barat Lukai Empat Warga Palestina

(Willy Haryono)