Iran Siaga Hadapi Skenario Pendudukan Wilayah oleh AS-Israel

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf. Foto: Press TV

Iran Siaga Hadapi Skenario Pendudukan Wilayah oleh AS-Israel

Dimas Chairullah • 26 March 2026 15:42

Teheran: Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf menyebutkan bahwa Amerika Serikat-Israel tengah merencanakan operasi militer untuk menduduki salah satu pulau milik Iran.

Qalibaf melontarkan tuduhan serius dengan menyebut dengan dukungan dari salah satu negara di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan keras ini disampaikan Qalibaf melalui unggahan di media sosial X pada Rabu waktu setempat. Meski tidak menyebutkan secara spesifik nama pulau maupun negara regional yang dimaksud, Qalibaf menegaskan bahwa intelijen Iran telah mengantongi data terkait rencana tersebut.

"Berdasarkan beberapa data, musuh-musuh Iran, dengan dukungan salah satu negara di kawasan itu, sedang mempersiapkan operasi untuk menduduki salah satu pulau Iran," ujar Qalibaf, dikutip dari Anadolu Kamis, 26 Maret 2026.

Ancaman Serangan Balasan Tanpa Batas

Qalibaf memastikan bahwa seluruh pergerakan musuh saat ini berada dalam pantauan ketat angkatan bersenjata Republik Islam Iran. Ia pun mengeluarkan peringatan mematikan bagi negara regional yang berani membantu rencana pendudukan tersebut.

Menurutnya, Iran tidak akan ragu untuk menghancurkan seluruh aset vital negara pendukung agresi tersebut jika skenario pendudukan benar-benar dijalankan.

“Jika mereka mengambil langkah apa pun, semua infrastruktur vital negara regional itu akan menjadi sasaran tanpa batasan oleh serangan tanpa henti,” ancam Qalibaf dengan tegas.

Eskalasi Konflik Berdarah Sejak Februari

Situasi geopolitik di kawasan terus membara sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Hingga kini, agresi tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk sosok tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Teheran secara konsisten melakukan serangan balasan menggunakan rudal dan pesawat tak berawak (drone) yang menargetkan wilayah pendudukan Israel.

Serangan balasan Iran juga menyasar pangkalan militer serta aset AS yang tersebar di Yordania, Irak, dan sejumlah negara Teluk. Konflik terbuka ini telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang masif, jatuhnya banyak korban jiwa, hingga mengganggu stabilitas pasar global dan jalur penerbangan internasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)