8 Juta Warga AS Gelar Aksi ‘No Kings’, Protes Trump dan Perang Iran

Demonstrasi di AS, dok: Instagram @metrotv/VIORY

8 Juta Warga AS Gelar Aksi ‘No Kings’, Protes Trump dan Perang Iran

Putri Purnama Sari • 29 March 2026 13:07

Jakarta: Unjuk rasa besar-besaran terjadi di Amerika Serikat (AS) saat jutaan warga turun ke jalan dalam demonstrasi bertajuk No Kings pada Sabtu, 28 Maret 2026 waktu setempat.

Aksi protes ini menjadi sorotan dunia karena disebut sebagai salah satu protes terbesar dalam sejarah negara tersebut.

Demonstrasi ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump, termasuk terkait perang di Iran dan kebijakan domestik yang dinilai kontroversial. Dilansir dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta demonstrasi besar-besaran yang terjadi di AS.

Fakta-Fakta Demo di Amerika Serikat

1. 8 Juta Warga Ikut Aksi Protes ‘No Kings’

Menurut perwakilan penyelenggara dari Koalisi No Kings, aksi ini diikuti oleh sedikitnya 8 juta peserta yang tersebar di lebih dari 3.300 lokasi di 50 negara bagian.

“Kami mencatat 8 juta peserta yang hadir, dan kami menargetkan lebih dari 9 juta,” kata perwakilan penyelenggara Koalisi No Kings, yang dikutip Minggu, 29 Maret 2026.

Jumlah tersebut bahkan disebut masih bisa bertambah, dengan target partisipasi mencapai lebih dari 9 juta orang. Aksi ini menjadikannya sebagai salah satu demonstrasi terbesar yang pernah terjadi di Amerika Serikat dalam satu hari.
 

2. Seruan “End This War” Menggema

Dalam berbagai titik aksi, massa terdengar meneriakkan slogan “End this war” atau “Hentikan perang ini”. Seruan tersebut menjadi simbol penolakan terhadap konflik yang sedang berlangsung di Iran.

Aksi ini menunjukkan meningkatnya kekhawatiran publik terhadap eskalasi konflik internasional yang melibatkan Amerika Serikat.

3. Pemicu Demonstrasi Besar-besaran

Gelombang protes ini dipicu oleh beberapa faktor utama, antara lain:
  • Serangan militer oleh AS dan Israel ke Iran yang telah berlangsung selama empat pekan
  • Kebijakan imigrasi yang dinilai terlalu agresif
  • Lonjakan harga minyak dan kebutuhan pokok
  • Menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan
Kombinasi faktor tersebut memicu kemarahan luas di kalangan masyarakat.

4. Tingkat Kepuasan Publik terhadap Trump Menurun

Di tengah aksi protes ini, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Donald Trump dilaporkan mengalami penurunan signifikan, yakni hanya berada di angka 36 persen.

Angka tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintah saat ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)