Bendera Republik Islam Iran. (Anadolu Agency)
Iran Pertimbangkan Keluar dari Perjanjian Nuklir NPT
Willy Haryono • 29 March 2026 11:45
Teheran: Iran dilaporkan tengah mempertimbangkan penarikan diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Kantor berita semi-resmi Tasnim News Agency melaporkan pada Sabtu kemarin bahwa lembaga-lembaga pemerintah Iran, termasuk parlemen, sedang membahas opsi tersebut secara “mendesak."
Wakil Teheran, Malek Shariati, melalui media sosial X menyebut terdapat “rencana darurat untuk mendukung hak nuklir” Iran yang mencakup tiga langkah utama.
Dilansir dari Antara, Minggu, 29 Maret 2026, langkah tersebut meliputi kemungkinan keluar dari NPT, pencabutan undang-undang terkait implementasi kesepakatan nuklir Iran 2014, serta pembentukan kerja sama internasional baru dengan negara-negara sehaluan.
Ia menyebut kerja sama tersebut berpotensi melibatkan blok seperti Shanghai Cooperation Organization dan BRICS yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, dan negara lainnya.
Wacana penarikan diri dari NPT ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan sejak serangan udara AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Di sisi lain, Amerika Serikat telah lama menyatakan kekhawatiran terhadap program pengayaan uranium Iran yang dinilai berpotensi mencapai tingkat untuk senjata nuklir.
Iran menanggapi serangan tersebut dengan melancarkan gelombang serangan drone dan rudal ke Israel, serta ke negara-negara di kawasan yang menjadi lokasi aset militer AS.
Serangan balasan itu menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan sektor penerbangan.
Baca juga: Netanyahu Klaim Ilmuwan Nuklir Papan Atas Iran Tewas dalam Serangan Udara Israel