Ilustrasi. Foto: dok MI.
IHSG Turun 1,74% di Awal Pekan
Husen Miftahudin • 30 March 2026 09:42
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penurunan signifikan di awal pekan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin, 30 Maret 2026, IHSG berada di posisi 7.020,532.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.31 WIB, IHSG langsung turun hingga sebanyak 123,731 poin setara 1,74 persen ke level 6.973,325.
Adapun sebanyak 471 saham emiten melemah pada perdagangan pagi ini. Sementara, 136 saham lainnya menguat dan 126 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.31 WIB sebanyak Rp3,124 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 6,052 miliar saham.
| Baca juga: Kontrak Berjangka Saham AS Melempem |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
IHSG berpotensi kembali melemah
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan IHSG berpotensi kembali melemah hari ini. "Diperkirakan support IHSG 6.900-7.000 dan resist IHSG 7.130-7.160," ungkap Fanny dalam analisis hariannya.
Adapun IHSG pada perdagangan Jumat, 27 Maret 2026, ditutup turun 0,94 persen, disertai dengan net sell asing sebesar Rp1,89 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, BBNI, BMRI, dan TLKM.
Sementara itu, indeks-indeks saham Wall Street turun signifikan pada penutupan perdagangan Jumat, 27 Maret 2026. Indeks Dow Jones turun 1,73 persen, S&P 500 melemah 1,67 persen, dan Nasdaq Composite berkurang 2,15 persen.
Di sisi lain, pasar saham Asia bervariasi di tengah tekanan global pada Jumat pekan lalu, 27 Maret 2026, mengikuti penurunan Wall Street, seiring ancaman gejolak energi berkepanjangan dari perang di Timur Tengah yang mendorong biaya pinjaman melonjak.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,4 persen, sedangkan Topix naik 0,2 persen. Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,4 persen, sedangkan Kosdaq menguat 0,4 persen. Sementara itu, indeks saham unggulan Tiongkok naik 0,6 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 0,4 persen dan S&P/ASX 200 Australia turun 0,11 persen.