Angkutan Mudik-Balik Lebaran di Kota Semarang Lancar dan Kondusif

Petugas Dinas Perhubungan Kota Semarang berjaga di ruas Jalan Pandanaran Semarang yang menjadi sentra oleh-oleh. ANTARA/HO-Pemkot Semarang

Angkutan Mudik-Balik Lebaran di Kota Semarang Lancar dan Kondusif

Silvana Febiari • 26 March 2026 11:12

Semarang: Angkutan mudik dan balik Lebaran 2026 yang melintasi Kota Semarang, Jawa Tengah terpantau lancar dan kondusif. Sebagai simpul penting pergerakan di Jawa Tengah, koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar perjalanan masyarakat tetap aman.

"Kami bersyukur arus mudik maupun arus balik di Kota Semarang hingga Selasa malam terpantau lancar dan kondusif," kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, dilansir dari Antara, Kamis, 26 Maret 2026. 

Berdasarkan laporan, pada periode 15-24 Maret 2026, jumlah kendaraan yang melintas Kota Semarang terpantau tinggi. Khususnya melalui Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, tercatat 377.193 kendaraan masuk dan 165.958 kendaraan keluar.
 


Di sejumlah ruas jalan utama kota, pergerakan kendaraan juga cukup padat, seperti di Jalan Perintis Kemerdekaan mencatat 594.074 kendaraan masuk dan 504.273 kendaraan keluar. Sementara, di Jalan Siliwangi dilalui 661.815 kendaraan masuk dan Jalan Brigjen Katamso tercatat 263.129 kendaraan masuk dan 339.795 kendaraan keluar.

Mobilitas pemudik melalui berbagai simpul transportasi terpantau ramai namun lancar. Hingga Selasa malam, 24 Maret 2026, tercatat 191.321 orang masuk ke Kota Semarang dan 177.044 orang keluar menggunakan kereta api, kapal laut, pesawat, dan bus antarkota.

Pergerakan penumpang tertinggi tercatat di Stasiun Tawang, dengan 73.405 penumpang masuk dan 68.891 penumpang keluar. Sementara di Stasiun Poncol, tercatat 48.951 penumpang masuk dan 68.471 penumpang keluar.

Di Bandara Internasional Ahmad Yani, tercatat 48.433 penumpang tiba dan 34.559 penumpang berangkat. Sementara di Pelabuhan Tanjung Emas, tercatat 13.951 penumpang datang.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat secara langsung di lapangan, baik rekan-rekan dari Satlantas Polrestabes Semarang, Dishub serta masyarakat," ujarnya.


Ilustrasi Gerbang Tol Kalikangkung. Medcom.id/Mustholih


Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan menambahkan peningkatan arus kendaraan akibat kebijakan one way nasional terpantau terutama di beberapa simpang utama, seperti Simpang Karyadi, Kaligarang, dan Sam Poo Kong. Meski demikian, kondisi lalu lintas masih dapat dikendalikan melalui rekayasa lalu lintas dan pengaturan petugas di lapangan.

Di samping jalur utama, Pemkot Semarang bersama jajaran Satlantas Polrestabes juga telah mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di titik-titik pusat oleh-oleh maupun destinasi wisata yang kerap menjadi tempat tujuan para pemudik. Beberapa titik, seperti Pandanaran, Lawang Sewu, Simpang Lima dan juga kawasan Kota Lama menjadi perhatian dalam pengaturan lalu lintas.

Dishub Kota Semarang dan Satlantas telah menyiapkan pengaturan kendaraan di wilayah tersebut. Tujuannya untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)