Transformasi Digital ASN Didorong Lewat Konten Pembelajaran Berbasis AI

Ilustrasi. Foto: dok LAN.

Transformasi Digital ASN Didorong Lewat Konten Pembelajaran Berbasis AI

Husen Miftahudin • 9 November 2025 08:17

Jakarta: Lembaga Administrasi Negara (LAN) terus mendorong transformasi pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang menuntut kecepatan beradaptasi.

LAN mengajak para talenta ASN menyalurkan ide terbaiknya melalui 'Kompetisi Konten Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence'. Kegiatan ini merupakan upaya percepatan implementasi kebijakan baru terkait penyediaan konten pembelajaran digital yang inovatif, berkualitas, dan relevan bagi ASN di seluruh Indonesia.

Direktur Teknologi dan Digitalisasi Pembelajaran LAN Elly Fatimah menyampaikan penyelenggaraan kompetisi ini sejalan dengan upaya peningkatan kompetensi agar tetap adaptif terhadap kebutuhan organisasi dan tuntutan masyarakat. Hal tersebut juga didorong oleh tuntutan perkembangan teknologi dan informasi yang mengharuskan setiap ASN beradaptasi dengan lingkungan strategisnya.

"Oleh karenanya pemanfaatan platform e-learning mutlak dilakukan dalam proses pengembangan kapasitas dan kompetensi ASN, dalam hal ini kualitas konten pembelajaran sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Namun tantangan saat ini kualitas konten pembelajaran berbasis e-learning masih belum merata di setiap instansi pemerintah," jelas Elly dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 9 November 2025.

Untuk itu, Elly menambahkan, sebagai instansi pembina pengembangan kapasitas dan kompetensi ASN, LAN telah menetapkan Peraturan LAN Nomor 4 Tahun 2025 tentang Konten Pembelajaran dan Keputusan Kepala LAN Nomor 567/K.1/PDP.06.1/2025 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Konten Pembelajaran. Kebijakan tersebut dikeluarkan untuk memastikan setiap konten pembelajaran yang diproduksi dan disediakan instansi pemerintah memiliki standar kualitas yang baik, efektif, dan sesuai perkembangan teknologi.

"Sebagai upaya percepatan implementasi kebijakan tersebut, LAN juga menggandeng Qubisa dan Tanoto Foundation dalam penyelenggaraan kompetisi ini yang juga akan disisipkan dengan program coaching pembuatan konten pembelajaran berbasis Artificial Intelligence sebagai bekal untuk mengikuti kompetisi ini," tutur dia.
 

Baca juga: Kebut Transformasi Digital Sektor Pendidikan, Peruri Gandeng Telkom University


(Ilustrasi ASN. Foto: dok MI)
 

Manfaatkan teknologi kecerdasan buatan 


Lebih jauh Elly menjelaskan, sasaran dari kompetisi ini adalah talenta ASN pada lembaga pelatihan instansi pemerintah, yang akan dibekali keterampilan membuat konten pembelajaran digital berkualitas dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence. Melalui pendampingan intensif, peserta diharapkan mampu menghasilkan konten pembelajaran yang kreatif, informatif, dan memiliki dampak edukatif bagi peningkatan kapasitas ASN.

Peserta yang mengikuti kompetisi dapat membuat konten pembelajaran secara perorangan maupun kelompok maksimal dua orang. Setiap peserta dapat mengirim maksimal 2 karya, dengan tema yang mencakup kepemimpinan, manajemen, sosiokultural, teknis, maupun fungsional. 

Seluruh karya yang masuk akan menjadi bagian dari koleksi konten pembelajaran LAN yang dipublikasikan melalui LMS LAN untuk diakses seluruh ASN, dengan tetap menghormati hak kekayaan intelektual dari pembuatnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen LAN untuk memperluas akses pembelajaran, meningkatkan kualitas konten, serta mendorong pemanfaatan AI dalam proses pengembangan kompetensi ASN. Melalui kompetisi ini, diharapkan lahir inovator-inovator konten pembelajaran yang mampu memperkuat ekosistem pembelajaran digital pemerintah. 

"Melalui kompetisi ini, LAN mengajak seluruh ASN untuk turut ambil bagian dalam proses transformasi pembelajaran ASN secara nasional. Melalui kreativitas, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, setiap ASN berkesempatan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kompetensi dengan menciptakan konten pembelajaran yang inspiratif, mudah diakses, dan berdampak luas bagi kemajuan birokrasi Indonesia," harap Elly.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)