Polsek Bantarkalong bersama TNI dibantu warga Kampung Culamega melakukan evakuasi terhadap korban meninggal saat setelah membakar daun kering dan terjadi kebakaran hutan dan lahan. (MI/Kristiadi)
Bakar Daun Kering di Kebun, Lansia di Tasikmalaya Tewas Terjebak Api
Kristiadi • 22 October 2026 14:25
Tasikmalaya: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali menelan korban jiwa. Subana, 65, warga Kampung Culamega, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, ditemukan tewas terbakar di kebun miliknya pada Rabu, 21 Oktober 2026, siang.
Korban meninggal dunia akibat terjebak kobaran api yang menjalar cepat hingga menghanguskan lahan seluas lima hektare.
"Awalnya korban berpamitan pada istrinya berangkat ke kebun miliknya di Kampung Culamega, rencananya akan mengambil kayu bakar dan diduga korban bakar daun serta ranting kering hingga menyebabkan kebakaran. Akan tetapi, melihat kebakaran itu korban berusaha memadamkan dengan sendiri hingga api menjalar dan tubuhnya ikut terbakar," ujar Agus Kasdili, Kamis, 22 Oktober 2026.
Menyadari api makin liar, korban sempat berupaya memadamkan kobaran menggunakan alat seadanya, seperti daun pisang dan daun pohon kapulaga. Namun, lantaran api keburu membesar di tengah kondisi lahan dan ilalang yang mengering, pemadaman tersebut gagal. Korban yang terkepung asap pekat akhirnya terjebak dan mengalami sesak napas.
"Pencarian yang dilakukan warga berhasil menemukan korban dalam kondisi sudah meninggal hangus terbakar di tumpukan rumput kering, daun pohon akor, ranting bambu yang sengaja dibakar. Akan tetapi, dugaan munculnya titik api dilakukannya secara sengaja membakar daun kering serta berdasarkan keterangan istrinya korban memiliki riwayat penyakit sesak napas dan asam urat," katanya.

Polsek Bantarkalong bersama TNI dibantu warga Kampung Culamega melakukan evakuasi terhadap korban meninggal saat setelah membakar daun kering dan terjadi kebakaran hutan dan lahan. (MI/Kristiadi)
Di tempat terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Agus Toni, membenarkan kejadian nahas tersebut. Ia menyoroti tingginya intensitas karhutla selama puncak musim kemarau tahun ini yang kian membahayakan keselamatan nyawa warga.
"Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya mengalami peningkatan cukup signifikan selama musim kemarau panjang kondisinya kering. Kebakaran tahun ini, dua pemilik kebun meninggal terbakar pertama terjadi di Kampung Tegalpanjang, Parungponteng dan kedua di Kampung Culamega, Kecamatan Culamega," pungkasnya.