Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kiri). Metrotvnews.com/Azri
Fasilitas Kesehatan Terdampak Bencana di Aceh-Sumatra Segera Beroperasi
Achmad Zulfikar Fazli • 15 October 2026 16:50
Jakarta: Seluruh layanan fasilitas kesehatan yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat ditargetkan kembali beroperasi pada 2026. Pemulihan fisik fasilitas kesehatan yang rusak berat akan berlanjut hingga 2027.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemulihan dilakukan bertahap, mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga puskesmas pembantu (pustu). Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan di tengah proses pemulihan pascabencana.
“Rumah sakit kita bisa operasikan kembali semuanya dalam waktu satu bulan,” ujar Budi dalam konferensi pers mengenai progres pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana Sumatra di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.
Setelah rumah sakit kembali beroperasi, pemerintah melanjutkan pemulihan puskesmas. Budi menilai puskesmas berperan penting menjaga layanan kesehatan dasar, seperti imunisasi dan pemeriksaan kesehatan, sekaligus mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit.
“Puskesmas ini dalam dua setengah bulan kita bisa mengoperasionalkan mereka kembali seluruh puskesmasnya,” kata Budi.
_%20Metrotvnews_com_Azri.jpeg)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan). Metrotvnews.com/Azri
Budi menyampaikan pemulihan puskesmas pembantu menghadapi tantangan lebih besar lantaran sejumlah bangunan rusak berat, dan hanyut akibat banjir. Sebanyak enam puskesmas pembantu di Sumatra Utara perlu dibangun kembali. Pemerintah juga perlu mencari lokasi baru untuk fasilitas yang tidak dapat digunakan.
Budi menjelaskan pemulihan fasilitas kesehatan melibatkan sejumlah kementerian. Kementerian Pekerjaan Umum menangani perbaikan fisik bangunan, sedangkan Kementerian Kesehatan bertanggung jawab atas pemenuhan alat kesehatan dan sarana pendukung lain.
“Jadi kita harapkan mudah-mudahan sejak bencana ini terjadi di akhir November 2025, di 2026 ini semua operasional kembali beroperasi dan diharapkan nanti di 2027 seluruh fasilitas kesehatannya sudah pulih kembali seperti sediakala, termasuk juga fisiknya,” jelas Budi.
(M. Azri Arifin)