1.387 Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tenggara

Banjir melanda Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh. Foto: Istimewa

1.387 Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tenggara

Fajri Fatmawati • 12 October 2026 17:40

Aceh Tenggara: Sebanyak 1.387 jiwa terdampak banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh. Bencana yang dipicu hujan berintensitas tinggi ini merendam permukiman warga, mengganggu akses jalan nasional, serta berdampak pada sejumlah fasilitas umum.

"Ada 1.387 jiwa dari 350 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dan tanah longsor yang melanda empat kecamatan di Aceh Tenggara," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Asbi, Senin, 12 Oktober 2026.

Bencana tersebut tersebar di delapan desa, yakni Desa Kati Maju di Kecamatan Ketambe, Desa Pulonas Baru di Kecamatan Lawe Bulan, serta Desa Pulo Latong di Kecamatan Babussalam. Sementara di Kecamatan Bambel, banjir melanda Desa Lawe Kihing, Bambel Gabungan, Terutung Seperai, Terutung Megara Asli, Kute Antara, dan Biak Muli.


“Banjir terjadi akibat intensitas hujan sedang hingga tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Tenggara. Kondisi tersebut menyebabkan tanggul Sungai Lawe Bulan di Desa Pulonas Baru jebol sehingga air meluap dan menggenangi permukiman warga,” ujar Asbi.

Selain banjir, tanah longsor terjadi di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe. Material berupa tanah dan lumpur menutupi badan jalan nasional Kutacane–Blangkejeren sehingga menghambat arus lalu lintas dari kedua arah dan menyebabkan kemacetan panjang. 

Sementara itu, ruas jalan nasional Kutacane–Medan di kawasan Desa Bambel Gabungan hingga Terutung Megara Asli juga terendam banjir. Ketinggian air sekitar 30–50 sentimeter.

"Dampak lainnya meliputi hanyutnya bangunan pengambilan air atau intake Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara akibat tergerus banjir. Tanggul penahan tebing Sungai Lawe Bulan/Lawe Kisam di Desa Lawe Kihing juga jebol sepanjang sekitar 50 meter. Selain itu, banjir merendam sekitar 15 hektare lahan pertanian, gudang logistik BPBD, serta fasilitas SMPIT Al Khansa," ungkap Asbi.


Sejumlah warga berjalan menerobos banjir di Kampung Baru, Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh, Minggu, 9 Oktober 2022. ANTARA FOTO/Ririn


BPBD Aceh Tenggara mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mendata dampak bencana dan menurunkan alat berat guna membersihkan material longsor di jalan. Petugas juga menyingkirkan kayu gelondongan yang menghambat aliran air di Jembatan Bailey Pulo Latong serta melakukan pengerukan dan normalisasi sungai.

"Posko pengungsi turut didirikan di Desa Bambel Gabungan, sementara karung pasir dipasang di lokasi tanggul jebol di Desa Lawe Kihing. Banjir juga memicu aksi warga memblokir akses jalan nasional di Desa Terutung Seperai hingga menyebabkan kemacetan panjang. Kondisi terakhir, air banjir dilaporkan berangsur surut," jelas Asbi.

(Silvana Febiari)