Ilustrasi. Dok Magnific
Niat dan Tata Cara Puasa Senin-Kamis, Lengkap dengan Keutamaannya
5 October 2026 03:00
Jakarta: Puasa Senin-Kamis merupakan salah satu puasa sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini dilakukan pada hari Senin dan Kamis setiap pekan sebagai bentuk ketaatan sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain menjadi amalan yang rutin dilakukan Rasulullah SAW, puasa Senin-Kamis memiliki sejumlah keutamaan. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memahami bacaan niat, tata cara, hingga alasan di balik keutamaan kedua hari tersebut.
Dilansir dari BAZNAS Kota Semarang, berikut ini niat dan tata cara puasa Senin-Kamis.
Niat Puasa Senin-Kamis
Niat menjadi tahapan awal sebelum menjalankan puasa. Untuk puasa sunnah Senin-Kamis, niat dapat dibaca sesuai dengan hari pelaksanaannya.Niat puasa hari Senin:
Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala."
Sementara niat puasa hari Kamis:
Nawaitu shauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala."
Pada dasarnya, niat merupakan kehendak dalam hati untuk menjalankan ibadah puasa. Melafalkan niat dapat dilakukan sebagai bentuk membantu menguatkan tekad sebelum beribadah.
Tata Cara Puasa Senin-Kamis
Tata cara puasa Senin-Kamis pada dasarnya sama dengan pelaksanaan puasa pada umumnya. Berikut tahapannya:- Membaca niat puasa sesuai dengan hari yang akan dijalankan.
- Makan sahur sebelum terbit fajar. Sahur merupakan salah satu amalan yang dianjurkan sebelum menjalankan puasa.
- Menahan diri dari makan, minum, dan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
- Memperbanyak ibadah selama berpuasa, seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, serta melakukan berbagai amal kebaikan.
- Segera berbuka ketika waktu Magrib tiba. Puasa dapat dibatalkan dengan makanan atau minuman yang halal, seperti kurma dan air putih, kemudian dilanjutkan dengan doa berbuka puasa.
Keutamaan Puasa Senin-Kamis
Dilansir dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), puasa Senin-Kamis memiliki sejumlah keutamaan yang menjadi alasan ibadah sunnah ini dianjurkan untuk dilakukan secara rutin.1. Amalan yang rutin dilakukan Rasulullah SAW
Puasa Senin dan Kamis merupakan ibadah yang mendapat perhatian khusus dari Rasulullah SAW. Dalam riwayat dari Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi Muhammad SAW disebut senantiasa memilih hari Senin dan Kamis untuk berpuasa.Hadis tersebut berbunyi:
Kaana an-nabiyyu shallallaahu 'alaihi wa sallama yataharraa shaumal-itsnaini wal-khamiisi.
Artinya: "Nabi SAW senantiasa memperhatikan dan memilih untuk berpuasa pada hari Senin dan Kamis."
Hadis tersebut menjadi salah satu dasar dianjurkannya puasa pada kedua hari tersebut bagi umat Islam.
2. Hari diperlihatkannya amal perbuatan
Salah satu keutamaan puasa Senin-Kamis berkaitan dengan amalan manusia yang diperlihatkan kepada Allah SWT pada kedua hari tersebut.Rasulullah SAW bersabda:
Tu'radhul-a'maalu yaumal-itsnaini wal-khamiisi, fa-uhibbu an yu'radha 'amalii wa ana shaa'imun.
Artinya: "Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku senang apabila amalku diperlihatkan dalam keadaan aku sedang berpuasa."
Hadis ini menunjukkan perhatian Rasulullah SAW terhadap puasa Senin dan Kamis karena kedua hari tersebut menjadi waktu diperlihatkannya amal kepada Allah SWT.
3. Dibukanya pintu-pintu surga
Hari Senin dan Kamis juga memiliki keutamaan karena pada kedua hari tersebut pintu-pintu surga dibuka.Rasulullah SAW bersabda:
Tuftahu abwaabul-jannati yaumal-itsnaini wa yaumal-khamiisi, fa-yughfaru likulli 'abdin laa yusyriku billaahi syai'an illaa rajulan kaanat bainahu wa baina akhiihi syahnaa'u.
Artinya: "Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan." (HR Muslim)
Hadis tersebut sekaligus menjadi pengingat agar umat Islam menjaga hubungan baik dengan sesama dan menghindari permusuhan.
4. Senin merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW
Hari Senin memiliki keistimewaan tersendiri karena merupakan hari kelahiran Rasulullah SAW. Hal tersebut dijelaskan langsung oleh Nabi Muhammad SAW ketika ditanya mengenai alasan berpuasa pada hari Senin.Rasulullah SAW bersabda:
Dzaalika yaumulladzi wulidtu fiihi, wa unzila 'alayya fiihi.
Artinya: "Itulah hari ketika aku dilahirkan dan hari ketika aku diutus atau diturunkan wahyu kepadaku." (HR Muslim)
Karena itu, hari Senin menjadi salah satu hari yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam.
5. Menjadi waktu untuk memperbanyak amal kebaikan
Selain puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal saleh pada hari-hari yang memiliki keutamaan, termasuk Senin dan Kamis.Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa anjuran puasa menjadi lebih kuat pada hari-hari utama. Dalam satu pekan, Senin, Kamis, dan Jumat termasuk hari yang memiliki keutamaan sehingga dianjurkan untuk memperbanyak puasa dan berbagai amal kebaikan.
Wa faw??ilul-ayy?mi ba‘?uh? y?jadu f? kulli usb?‘in. Wa amm? fil-usb?‘i fal-itsnainu wal-kham?su wal-jumu‘atu, fah?dhihi hiyal-ayy?mul-f??ilatu, fa-yusta?abbu f?h??-?iy?mu wa takth?rul-khair?ti; li-ta??‘ufi uj?rih? bi-barakati h?dhihil-auq?ti.
Artinya: “Ketahuilah bahwa anjuran berpuasa menjadi lebih ditekankan pada hari-hari yang mulia. Hari-hari utama itu, sebagiannya terdapat pada setiap pekan. Adapun dalam satu minggu, hari-hari yang utama ialah Senin, Kamis, dan Jumat. Maka dianjurkan berpuasa pada hari-hari itu serta memperbanyak berbagai kebaikan, karena pahala amal-amal pada waktu-waktu itu dilipatgandakan berkat keberkahannya.” (Ihya’ Ulumiddin [Beirut: Dar al-Ma’rifah], vol. 1, h. 237)
Puasa Senin-Kamis tidak hanya menjadi latihan untuk menahan lapar dan haus. Ibadah ini juga dapat menjadi sarana melatih kesabaran, kedisiplinan, memperbanyak amal saleh, serta meningkatkan kedekatan seorang muslim kepada Allah SWT.
(Siti Nahdia Usman)