Dudung Sebut Penanganan di Papua Utamakan Pendekatan Kultural

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Kemanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.

Dudung Sebut Penanganan di Papua Utamakan Pendekatan Kultural

Nattasya Amani Vrazeti • 5 October 2026 23:00

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengungkapkan sejumlah instruksi dari Presiden Prabowo Subianto terkait tugasnya di Kemenko Polkam. Salah satunya terkait penanganan di wilayah Papua. 

“Pendekatan-pendekatan kultural, pendekatan-pendekatan merebut hati rakyat, ini pembinaan teritorial ini yang menjadi prioritas yang nanti akan segera dilaksanakan,” ucap Dudung di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.

Dudung mengatakan, arahan dari Kepala Negara terkait keamanan di Papua mengedepankan pendekatan teritorial. Pemerintah berkomitmen menghindari penggunaan operasi kekerasan dan hanya menerapkan tindakan selektif pada sasaran terpilih.

"Arahan kepada bapak Panglima TNI juga, operasi teritorial juga ini lebih dikedepankan, sehingga tidak melaksanakan, tidak kemudian melakukan operasi-operasi yang dengan kekerasan, itu hanya sasaran-sasaran terpilih saja,” ucap Dudung.

Selain isu Papua, Dudung menyoroti pentingnya menjaga stabilitas politik nasional dalam menyikapi dinamika hukum terkini. Salah satunya terkait keputusan Mahkamah Konstitusi.

“Tentang situasi politik, kita lihat di media saat ini sedang tren ya, kita sikapi bagaimana keputusan dari Mahkamah Konstitusi, nanti kita lihat. Kemudian juga itu merupakan suatu pemahaman yang nanti akan kita lihat,” ucap Dudung.

Dudung juga berencana bersilaturahmi dengan pimpinan partai politik serta memperkuat koordinasi bersama institusi penegak hukum. Langkah ini diambil untuk memastikan dinamika politik tetap stabil.

“Bapak Presiden pun menyampaikan bahwa situasi politik ini harus betul-betul bisa terkendali dan nanti akan saya koordinasikan dengan semua kementerian yang terkait, baik kepolisian, kejaksaan, termasuk nanti kepada para ketua partai nanti saya akan sowan bahwa situasi ini harus betul-betul bisa dikendalikan,” kata Dudung.

Di sisi lain, Dudung menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penindakan eksportir benur ilegal menjadi fokus utama kementeriannya. Dua isu tersebut menjadi perhatian khusus yang diterimanya saat serah terima jabatan.

“Ini sebagai gambaran tentang tugas saya ke depan, saya juga sudah diserahterimakan dari Pak Djamari bahwa tugas-tugas yang sudah dilaksanakan ada hal-hal yang menonjol, terutama masalah karhutla, kebakaran hutan, termasuk tentang penanganan eksportir benur,” jelas Dudung.

Dudung berencana segera menggelar rapat koordinasi dan meninjau langsung lokasi karhutla di lapangan. Langkah cepat ini diambil mengingat karhutla menjadi prioritas mendesak.

“Pak Djamari tadi menyampaikan kepada saya yang menjadi prioritas itu dalam waktu dekat adalah karhutla. Makanya dalam waktu dekat saya akan melaksanakan rapat dengan kementerian terkait, saya akan meninjau segera mungkin ke lokasi,” kata Dudung.


Menko Polkam Dudung Abdurachman bersama Djamari Chaniago usai serah terima jabatan di Kemenko Polkam. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.

Untuk mengawal prioritas tersebut, Dudung segera menerima laporan komprehensif dari jajaran internal Kemenko Polkam. Evaluasi akan dilakukan terhadap seluruh program yang sedang maupun akan berjalan.

“Saya sudah mendapat arahan dari Bapak Presiden, tentunya agar situasi ke depan semakin kondusif, situasi politik, situasi keamanan, dan sebentar lagi saya akan menerima laporan dari para deputi, dari wamen, dari sesmenko tentang kegiatan-kegiatan, baik yang sedang berjalan, yang sudah, dan yang akan datang,” tutur Dudung.

Sebelumnya, Djamari Chaniago resmi menyerahkan jabatan Menko Polkam kepada Dudung Abdurachman dalam prosesi sertijab di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin, 5 Oktober 2026.

(Gabriella Thesa Widiari)