Beasiswa S3 ke Austria 2027 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Beasiswa IASP 2027 (dok. Instagram: ditdaya.dikti)

Beasiswa S3 ke Austria 2027 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Angel Rinella • 5 October 2026 11:28

Jakarta: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka pendaftaran Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) 2027. Program beasiswa ini ditujukan bagi dosen yang ingin melanjutkan pendidikan doktor atau S3 di perguruan tinggi Austria.

Berdasarkan surat Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 3414/DST/B4/DT.04.02/2026 tertanggal 29 September 2026, pendaftaran IASP 2027 kembali dibuka bagi dosen tetap di perguruan tinggi yang berada di bawah pembinaan Kemdiktisaintek. Program tersebut memberikan kesempatan bagi dosen untuk melanjutkan pendidikan doktor di perguruan tinggi Austria.

Melalui program beasiswa ini, dosen dapat melanjutkan studi sekaligus memperdalam bidang keilmuan di perguruan tinggi Austria. Namun, calon pendaftar perlu memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan, termasuk ketentuan status dosen, usia, serta kemampuan bahasa Inggris.

Pendaftar juga perlu menyiapkan sejumlah dokumen pendukung dan proposal penelitian dalam bahasa Inggris sebelum mengajukan permohonan. Proses pendaftaran dilakukan secara daring dengan batas akhir pengajuan pada 1 Maret 2027.


Ilustrasi beasiswa. Dok. LPDP

Apa Itu Indonesia-Austria Scholarship Programme?

Indonesia-Austria Scholarship Programme atau IASP merupakan program beasiswa pendidikan jenjang doktor di perguruan tinggi Austria. Program ini diperuntukkan bagi dosen tetap pada perguruan tinggi yang berada di bawah pembinaan Kemdiktisaintek.

Beasiswa tersebut memberikan peluang bagi dosen untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3 di Austria. Pendaftar perlu memastikan seluruh persyaratan terpenuhi sebelum mengajukan permohonan.

Syarat Daftar Beasiswa IASP 2027

Calon peserta harus memenuhi sejumlah ketentuan sebelum mendaftarkan diri. Berikut persyaratan yang perlu diperhatikan:

  • Berstatus dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kemdiktisaintek.

  • Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

  • Memiliki surat izin berbahasa Inggris dari pemimpin perguruan tinggi asal bagi dosen PTN dan/atau dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah masing-masing bagi dosen PTS.

  • Belum mempunyai gelar doktor dan tidak sedang menjalani pendidikan doktor.

  • Memenuhi skor kemampuan bahasa Inggris sesuai ketentuan perguruan tinggi tujuan. Jika kampus yang dipilih menetapkan skor lebih tinggi, pendaftar wajib mengikuti persyaratan tersebut.

  • Menyiapkan usulan penelitian sepanjang 5-10 halaman dalam bahasa Inggris yang telah mendapat persetujuan calon pembimbing atau supervisor di perguruan tinggi Austria.

  • Berusia maksimal 35 tahun per 31 Desember 2026.

  • Pendaftar yang berstatus suami dan istri serta memiliki bidang keilmuan yang sama tidak diperbolehkan memilih perguruan tinggi yang sama.

  • Tidak diperkenankan mendaftar Emst-March Grants (EMG) ASEA-UNINET dan IASP secara bersamaan.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Selain memenuhi persyaratan pendaftaran, calon peserta juga wajib mengunggah sejumlah dokumen pendukung. Berikut dokumen yang perlu disiapkan:

  • CV dalam bahasa Inggris.

  • Dua surat rekomendasi akademik dalam bahasa Inggris.

  • Paspor yang masih berlaku.

  • Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dan tidak bersyarat dari perguruan tinggi Austria.

  • Ijazah dan transkrip nilai program magister dengan waktu kelulusan maksimal 10 tahun terakhir.

  • Sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal TOEFL iBT 90, TOEFL ITP 550, atau IELTS 6,5 yang diterbitkan maksimal dua tahun terakhir.

Ketentuan Research Proposal IASP 2027

Pendaftar juga harus menyiapkan proposal penelitian sebagai bagian dari dokumen pengajuan beasiswa. Proposal tersebut perlu memuat beberapa unsur berikut:

  • Topik penelitian.

  • Identitas penulis.

  • Deskripsi permasalahan.

  • Kajian pustaka.

  • Hasil yang diharapkan.

  • Kontribusi penelitian bagi Austria dan/atau Indonesia.

  • Metodologi penelitian.

  • Pernyataan penggunaan Artificial Intelligence (AI) generatif jika digunakan.

  • Daftar pustaka.

  • Daftar publikasi peneliti jika ada.

Proposal penelitian perlu disusun sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sebelum pendaftar mengirimkan berkas. Setiap unsur yang dipersyaratkan juga perlu dicantumkan agar proposal memenuhi ketentuan pendaftaran IASP 2027.

Cara Daftar Beasiswa IASP 2027

Pendaftaran dapat dilakukan secara daring oleh dosen yang telah memenuhi seluruh persyaratan melalui laman kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id. Pendaftar kemudian dapat memilih menu beasiswa Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) untuk melanjutkan proses pengajuan.

Pendaftaran IASP 2027 dibuka hingga 1 Maret 2027. Informasi lengkap mengenai program beasiswa ini dapat diakses melalui laman grants.at/en/ atau dengan menghubungi administrator beasiswa luar negeri Direktorat Sumber Daya melalui email bln.dikti@kemdiktisaintek.go.id.

 

(Arga Sumantri)