Ilustrasi. Foto: dok MI.
JKN Hasilkan Output Ekonomi Rp316 Triliun dan Serap 3,25 Juta Pekerja
Andika Fauzan Azhari • 31 October 2026 15:54
Jakarta: Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui penciptaan output ekonomi dari penciptaan lapangan kerja yang mencapai Rp316 triliun. Program ini juga turut membuka kesempatan kerja baru bagi jutaan orang di Indonesia.
"Rp316 triliun output ekonomi dari penciptaan lapangan kerja," ujar Prihati dalam acara Satya JKN Awards 2026 di Jakarta, dikutip Sabtu, 31 Oktober 2026.
Ia menjelaskan selain memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat, program JKN terbukti berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan estimasi data, program ini mampu menyerap sekitar 3,25 juta orang lapangan kerja.
(Ilustrasi peserta BPJS Kesehatan. Foto: dok Antara)
Penurunan ketimpangan ekonomi dan peningkatan harapan hidup
Menurut Prihati, berbagai indikator ekonomi dan kesejahteraan menunjukkan perbaikan seiring dengan berjalannya program JKN, termasuk dalam hal penurunan koefisien Gini serta peningkatan angka harapan hidup masyarakat Indonesia.
"Koefisien Gini turun enam persen, di mana pada 2023 tercatat dari sebelumnya 0,413 menjadi 0,388," tambah Prihati.
Program JKN juga berperan bersama pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan kualitas sistem kesehatan nasional, yang turut mendongkrak angka harapan hidup hingga mencapai 73,9 tahun pada 2023. Melalui penguatan program ini, jurang pemisah antara kelompok masyarakat mampu dan kurang mampu dapat semakin dipersempit.