Ilustrasi kemiskinan di Indonesia. Foto: dok Metrotvnews.com
BPJS Kesehatan: JKN Cegah 5,7 Juta Orang Jatuh ke Jurang Kemiskinan
Andika Fauzan Azhari • 31 October 2026 15:49
Jakarta: Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terbukti memiliki dampak besar bagi perekonomian dengan mampu menghindarkan jutaan orang dari jurang kemiskinan. Berdasarkan laporan lembaga ekonomi, program ini berhasil mencegah 5,7 juta orang dari kemiskinan pada rentang tahun hingga 2022.
"Ada lembaga ekonomi yang melaporkan bahwa program JKN ini mempunyai dampak bisa menghindarkan kemiskinan di tahun 2016 besar 1,16 juta sampai dengan 2022 bisa menghindarkan besar 5,7 juta orang," ujar Prihati dalam acara Satya JKN Awards 2026 di Jakarta, dikutip Sabtu, 31 Oktober 2026.
Ia mencontohkan dampak nyata program tersebut dalam kehidupan sehari-hari pekerja. Ketika seorang pekerja atau pengemudi ojek online mengalami serangan jantung yang berisiko tinggi menyebabkan kematian, penanganan medis yang ditanggung JKN dapat mencegah keluarga yang ditinggal jatuh ke dalam situasi miskin.
(Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari)
Dampak terhadap penurunan belanja mandiri
Program JKN juga berkontribusi dalam menekan angka out of pocket atau biaya kesehatan yang harus dibayar langsung dari kantong masyarakat, yang tercatat turun menjadi 28,9 persen pada tahun 2023.
"Kemudian juga dilaporkan bahwa dari 2013 sampai 2023 angka out of pocket turun menjadi 28,9 persen," tambah dia.
Ia menjelaskan belanja kesehatan di Indonesia saat ini masih didominasi oleh pembayaran mandiri di urutan pertama, disusul oleh asuransi BPJS Kesehatan di posisi kedua, dan asuransi swasta di urutan ketiga. BPJS terus berupaya agar skema JKN ke depannya dapat menjadi pengeluaran belanja kesehatan utama yang paling ideal bagi masyarakat.